Min, 12/07/26 · 14.53.14
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Nakhoda Baru Karang Taruna Kalbar, Muhammad Farizi Prioritaskan Kolaborasi Hingga Tingkat Kelurahan

Hendrawan
Hendrawan
Minggu, 12 Juli 2026 · 20:422 menit baca
Nakhoda Baru Karang Taruna Kalbar, Muhammad Farizi Prioritaskan Kolaborasi Hingga Tingkat Kelurahan
Muhammad Farizi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Karang Taruna Kalbar 2026-2031 dalam TKD di Pendopo Gubernur. Fokus kolaborasi hingga kelurahan. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Struktur kepemimpinan organisasi kepemudaan plat merah di Kalimantan Barat resmi berganti. Muhammad Farizi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat masa bakti 2026–2031 melalui mekanisme sidang pleno dalam forum Temu Karya Daerah (TKD) yang digelar di Pendopo Gubernur, Minggu, (12/7/2026).

Farizi, yang mengantongi dukungan penuh dari 12 perwakilan definitif tingkat kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat, menyatakan komitmennya untuk mengembalikan fungsi taktis organisasi sebagai mitra strategis pemerintah di sektor pemulihan kesejahteraan sosial.

“Saya ingin memastikan Karang Taruna tidak hanya berhenti pada level provinsi atau kabupaten, tetapi hadir dengan program pemberdayaan sosial yang menyentuh hingga ke tingkat RT dan RW. Kita harus memastikan keberadaan organisasi ini dirasakan dampaknya oleh masyarakat luas,” ujar Muhammad Farizi usai penetapan.

Bursa Ketua Karang Taruna Kalbar, Muhammad Farizi Resmi Daftarkan Diri
Baca Juga

Bursa Ketua Karang Taruna Kalbar, Muhammad Farizi Resmi Daftarkan Diri

Sinkronisasi Program Kerja dan Transparansi Tata Kelola Organisasi
Dalam implementasi program kerja ke depan, Farizi menggarisbawahi pentingnya integrasi vertikal dengan jajaran aparatur sipil negara di daerah, mulai dari level gubernur, bupati, wali kota, hingga ke tingkat kelurahan.

Langkah sinkronisasi ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap program kerja pemuda tidak tumpang tindih dengan proyek Dinas Sosial dan mampu memberikan sumbangsih riil pada prioritas pembangunan wilayah.

“Kami menyadari bahwa Karang Taruna tidak bisa berjalan sendiri. Oleh karena itu, saya berkomitmen untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, mulai dari tingkat provinsi hingga kelurahan. Kami ingin memastikan setiap program kerja yang kami susun benar-benar sinkron dengan kebutuhan pembangunan dan prioritas sosial pemerintah, sehingga kehadiran kami memberikan kontribusi nyata, bukan sekadar pelengkap administratif,” tegasnya.

Selain masalah koordinasi wilayah, nakhoda baru ini menuntut adanya reformasi manajemen internal melalui penerapan sistem kerja yang transparan, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Tampil Tari Solo di Temu Karya Daerah, Laura Siswi SLB C Dharma Asih Dobrak Stigma Disabilitas Harap Ruang Inklusivitas
Baca Juga

Tampil Tari Solo di Temu Karya Daerah, Laura Siswi SLB C Dharma Asih Dobrak Stigma Disabilitas Harap Ruang Inklusivitas

“Dalam lima tahun ke depan, saya menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel. Kami akan membangun sistem kerja yang lebih profesional, di mana setiap kader dituntut untuk memiliki tanggung jawab moral dan sosial yang tinggi dalam melayani masyarakat,” pungkas Farizi.

(Hendrawan)