Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

BMKG Rilis Prediksi Musim Hujan Kalbar 2026/2027, Puncak Terjadi Desember Hingga Januari

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Jumat, 2 Oktober 2026 · 12:162 menit baca
BMKG Rilis Prediksi Musim Hujan Kalbar 2026/2027, Puncak Terjadi Desember Hingga Januari
BMKG rilis prediksi musim hujan Kalbar 2026/2027; puncak hujan diproyeksikan terjadi Desember 2026 hingga Januari 2027 dengan ancaman risiko banjir dan longsor. (Dok. Komisaris Netizen/ Via X)

Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Barat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi merilis prediksi musim hujan periode 2026/2027 bagi wilayah Provinsi Kalimantan Barat, Jumat, (2/10/2026). Peralihan dari periode kemarau panjang El Niño menuju musim hujan ini menuntut kesiapsiagaan lintas sektor antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat luas guna mengantisipasi pergeseran pola cuaca ekstrem.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer, fenomena El Niño saat ini masih bertahan pada kategori sangat kuat dengan anomali indeks Niño 3.4 mencapai plus 2,53 derajat Celsius, beriringan dengan indeks Indian Ocean Dipole (IOD) positif sebesar plus 0,7.

Peluang bertahannya El Niño kategori sangat kuat ini diproyeksikan melampaui 90 persen sepanjang musim gugur hingga musim dingin belahan bumi utara serta diperkirakan berlanjut hingga Kuartal I 2027. Meski pasokan uap air dari Samudera Pasifik tertahan, penguatan angin Monsun Asia tetap mendorong masuknya awal musim hujan secara bertahap di wilayah Kalimantan Barat.

(Dok. BMKG Kalbar)

Sebaran awal musim hujan di Kalimantan Barat terbagi dalam tiga periode:

Hadapi Musim Hujan, Gubernur Kalbar Ria Norsan Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem
Baca Juga

Hadapi Musim Hujan, Gubernur Kalbar Ria Norsan Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem

  • September Dasarian III: Meliputi 11 Zona Musim (ZOM) atau 73,3 persen wilayah, mencakup Kabupaten Sambas, Kota Singkawang, Bengkayang, Mempawah, Landak, Kapuas Hulu, Kota Pontianak, Sintang, Sanggau, Sekadau, serta sebagian Melawi, Kubu Raya, dan Ketapang.
  • Oktober Dasarian II: Meliputi 3 ZOM (20 persen), yakni wilayah Kayong Utara bagian barat dan timur, Ketapang bagian tengah dan utara, Kubu Raya bagian selatan, serta Melawi bagian barat dan selatan.
  • November Dasarian II: Meliputi 1 ZOM (6,7 persen) yang terkonsentrasi di Ketapang bagian selatan.

Secara sifat hujan, sebanyak 11 ZOM (73,3 persen luas daratan) diprakirakan berada pada kategori normal. Sementara kategori atas normal berpeluang terjadi di Ketapang bagian selatan, Kayong Utara bagian barat, sebagian kecil Kubu Raya selatan, dan Sambas utara. Adapun kategori bawah normal diprediksi melanda kawasan Singkawang timur, Bengkayang, Sambas timur, dan sebagian Mempawah utara.

Puncak akumulasi curah hujan tertinggi di Kalimantan Barat diproyeksikan berlangsung pada Desember 2026 yang mendominasi sebagian besar kabupaten/kota, serta berlanjut pada Januari 2027 untuk wilayah Ketapang, Sanggau selatan dan barat, Sekadau selatan, sebagian Sintang dan Ketapang utara, Kubu Raya barat, Landak selatan, Kapuas Hulu barat, dan Sambas utara.

Durasi musim hujan tahun ini bervariasi antara rentang terpendek 22–24 dasarian di Ketapang selatan, rentang 25–27 dasarian di Ketapang tengah, Kayong Utara barat, Kubu Raya selatan, dan Melawi barat, hingga rentang terpanjang 28–30 dasarian di Ketapang utara, Melawi selatan, serta Kayong Utara timur.

Kondisi tanah gambut yang mengering dan gundul akibat kemarau panjang berisiko memicu limpasan air permukaan tinggi saat diguyur hujan berintensitas lebat, sehingga meningkatkan ancaman bencana hidrometeorologi basah seperti banjir bandang dan tanah longsor di berbagai daerah rawan.

(Dayank ana)