Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Tengah

Pecahan Logam Misterius Ditemukan di Sawit Kalteng, BRIN Telusuri Jalur Orbit Roket China

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Selasa, 20 Oktober 2026 · 18:572 menit baca
Pecahan Logam Misterius Ditemukan di Sawit Kalteng, BRIN Telusuri Jalur Orbit Roket China
Logam misterius di kebun sawit Sampit Kalteng diduga sampah roket ZhuQue-2E asal China, BRIN ungkap kecocokan data orbit dan suara gemuruh warga. (Dok. BRIN)

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menelusuri kaitan temuan serpihan logam berukuran besar di kawasan perkebunan kelapa sawit di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Benda misterius yang sempat menggegerkan pekerja kebun tersebut diduga kuat merupakan sampah antariksa sisa roket ZhuQue-2E (ZQ-2E) milik China yang memasuki kembali atmosfer Bumi pada Minggu, (18/10/2026).

Kesesuaian jalur orbit benda antariksa dengan laporan dentuman keras dari warga diungkapkan oleh Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin.

“Berdasarkan data orbit yang kami telusuri, bekas roket ZhuQue-2E melintas dari arah utara ke selatan di atas wilayah Kalimantan pada 18 Oktober 2026. Sekitar pukul 17.36 WIB, lintasannya berada di sekitar Sampit,” jelas Thomas Djamaluddin.

Korelasi waktu lintasan objek luar angkasa tersebut dengan kesaksian warga di perkebunan kembali ditegaskan dalam keterangan yang sama.

Tinjau Karhutla Pulang Pisau, Kepala BNPB dan Kasad Perkuat Penanganan di Kalteng
Baca Juga

Tinjau Karhutla Pulang Pisau, Kepala BNPB dan Kasad Perkuat Penanganan di Kalteng

“Waktu ini sesuai dengan laporan warga yang mendengar suara gemuruh pada sore hari tersebut,” imbuhnya.

Kepastian lintasan orbit terakhir wahana antariksa tersebut dipaparkan Thomas sebagai landasan kuat dugaan jatuhnya serpihan di tanah air.

“Kesesuaian antara waktu lintasan dan laporan warga menjadi dasar kuat untuk menduga bahwa benda yang ditemukan di Sampit merupakan bagian dari sampah antariksa ZhuQue-2E,” ungkapnya.

Fenomena bertahannya serpihan roket di luar angkasa pasca-menjalankan misi peluncuran satelit turut diterangkan oleh Thomas.

Gangguan Asap Karhutla Mulai Melandai, 180 Penerbangan di Kalimantan Terdampak
Baca Juga

Gangguan Asap Karhutla Mulai Melandai, 180 Penerbangan di Kalimantan Terdampak

“Setelah menyelesaikan tugasnya, bagian roket yang tidak lagi digunakan dapat tetap mengorbit Bumi untuk sementara waktu. Seiring waktu, hambatan atmosfer secara bertahap menurunkan ketinggian orbit hingga bagian tersebut memasuki kembali atmosfer Bumi,” terangnya.

Dampak gesekan ekstrem saat pecahan roket menembus lapisan udara bumi dijelaskan lebih lanjut oleh Thomas.

“Proses tersebut terkadang menghasilkan cahaya terang yang dapat terlihat dari permukaan Bumi, bahkan disertai suara dentuman atau gemuruh ketika terjadi gelombang kejut di atmosfer,” ujar Thomas.

Ketahanan material tertentu dari pemanasan atmosfer bumi diuraikan Thomas sebagai pemicu jatuhnya kepingan fisik hingga ke area perkebunan.

“Fenomena inilah yang menjadi salah satu kemungkinan penjelasan terhadap ditemukannya kepingan logam berukuran besar di perkebunan sawit Sampit,” katanya.

Berdasarkan data antariksa internasional, objek tersebut tercatat dengan nomor identifikasi NORAD 101070 dan kode internasional 2026-234L. Wahana ZhuQue-2E Y4 yang dikembangkan oleh perusahaan LandSpace asal China itu sebelumnya diluncurkan dari kawasan Dongfeng pada 14 Oktober 2026 membawa sepuluh satelit ke orbit, sebelum bagian tabungnya terlepas dan jatuh melintasi daratan Kalimantan Tengah.

(Rudi)