Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Utara

Gempa Tektonik di Sabah Terasa di Nunukan dan Tarakan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Kamis, 8 Oktober 2026 · 15:181 menit baca
Gempa Tektonik di Sabah Terasa di Nunukan dan Tarakan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Parameter gempa tektonik di Sabah, Malaysia, dan intensitas guncangan yang dirasakan di Nunukan dan Tarakan, Selasa (6/10/2026). Sumber: BMKG. Infografis: Nusantara Post.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi tektonik yang mengguncang Sabah, Malaysia, Selasa (6/10/2026) pukul 20.11.23 WIB, tidak berpotensi tsunami. Getarannya dirasakan di Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Menurut analisis terbaru BMKG, gempa berkekuatan magnitudo 5,0 itu terjadi pada kedalaman 13 kilometer. Episentrumnya berada di darat pada koordinat 5,05° LU dan 118,85° BT, sekitar 234 kilometer timur laut Tarakan. Gempa ini tergolong gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif, dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, gempa dirasakan pada skala intensitas III MMI di Sebatik Utara, Sebatik Timur, dan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan. Di Tarakan, guncangan tercatat II–III MMI. Pada skala III MMI, getaran terasa nyata di dalam rumah, seperti truk yang berlalu.

Hingga pukul 20.25 WIB, pemantauan BMKG belum mencatat aktivitas gempa susulan. BMKG akan terus memantau dan menyampaikan pemutakhiran informasi kepada pemangku kepentingan dan masyarakat.

Mendagri Tito Karnavian Tiba di Kaltara, Tinjau Perbatasan Krayan
Baca Juga

Mendagri Tito Karnavian Tiba di Kaltara, Tinjau Perbatasan Krayan

Informasi awal BMKG yang dirilis pukul 20.13.56 WIB mencatat magnitudo 5,3 pada kedalaman 10 kilometer, dengan koordinat 4,94° LU dan 118,77° BT, sekitar 222 kilometer timur laut Tarakan. Angka itu kemudian diperbarui dalam siaran pers BMKG.

Hasil pemodelan, baik pada informasi awal maupun pembaruan, menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.

BMKG mengimbau warga agar tetap tenang dan menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Dalam siaran persnya, BMKG meminta masyarakat tidak terpengaruh “oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya”.

Informasi resmi, menurut BMKG, hanya bersumber dari kanal terverifikasi seperti akun @infoBMKG, situs bmkg.go.id, dan aplikasi infoBMKG.

(Dayank Ana)