Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Sepak Bola

Herdman Waspadai Counter Strategi Pelatih Thailand Menjelang Final ASEAN Cup 2026

Hendrawan
Hendrawan
Senin, 5 Oktober 2026 · 07:591 menit baca
Herdman Waspadai Counter Strategi Pelatih Thailand Menjelang Final ASEAN Cup 2026
Pelatih Timnas John Herdman waspadai counter strategi pelatih Thailand Anthony Hudson di final ASEAN Cup 2026 di SUGBK; Garuda fokus matangkan transisi tim. (Dok. PSSI)

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mewaspadai kedalaman analisis taktis juru taktik Thailand, Anthony Hudson, menjelang laga final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).

Pertarungan merebut trofi tertinggi kawasan Asia Tenggara ini menghadirkan bentrok strategi yang krusial. Kedua pelatih berpaspor Inggris tersebut memiliki rekam jejak pertarungan yang intens di kawasan Amerika Utara. Saat Herdman menunggangi Timnas Kanada dan Hudson bertugas di jajaran kepelatihan Timnas Amerika Serikat, rekor pertemuan keduanya tercatat imbang secara sempurna dari tiga laga, yakni masing-masing memetik satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.

Keterbukaan rekam jejak tersebut membuat Herdman memilih enggan membeberkan formulasi taktik yang akan diusungnya demi meredam potensi kejutan skuad Gajah Perang. Ia menyadari sepenuhnya bahwa Hudson telah mempelajari skema permainan yang biasa ia terapkan secara mendalam.

“Secara taktik sebaiknya saya diam. Namun, Anthony Hudson tahu. Dia tahu bagaimana saya bermain. Dia mempelajari Kanada ketika kami menghadapi Amerika Serikat dalam banyak pertandingan,” ujar mantan pelatih Kanada tersebut usai pertandingan kontra Bangladesh di SUGBK, Kamis (1/10/2026).

Wakili Kaltim, PS Pemuda Tenggarong U-13 Bidik Juara Putaran Nasional di IKN
Baca Juga

Wakili Kaltim, PS Pemuda Tenggarong U-13 Bidik Juara Putaran Nasional di IKN

Kendati dihadapkan pada ancaman taktik yang mudah dibaca, Indonesia mengantongi keuntungan berharga berupa masa pemulihan dan latihan yang lebih panjang satu hari dibandingkan Thailand. Ekstra waktu ini dimanfaatkan jajaran pelatih Skuad Garuda untuk mematangkan transisi permainan dan memperkuat kedalaman fisik para pemain.

“Kami memiliki tambahan satu hari untuk berlatih, dan itu bagus. Mudah-mudahan chemistry kami semakin terbentuk dan kami terus berkembang,” tutur Herdman.

Di sisi lain, kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh pada laga sebelumnya serta suntikan motivasi dari puluhan ribu suporter di SUGBK menjadi modal moral yang signifikan bagi Indonesia untuk tampil menekan. Kesiapan fisik yang optimal dan kohesi tim yang terus meningkat diharapkan mampu mengatasi tekanan analisis dari kubu lawan.

“Jadi, ini akan menjadi pertandingan yang sangat bagus,” pungkasnya.

(Hendrawan)