Rab, 10/06/26 · 12.41.57
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Selatan

Lepas 51 Lulusan, SLB-C Negeri Pembina Kalsel Fokus Garap Vokasi Internasional

Hendrawan
Hendrawan
Rabu, 10 Juni 2026 · 18:372 menit baca
Lepas 51 Lulusan, SLB-C Negeri Pembina Kalsel Fokus Garap Vokasi Internasional
SLB-C Negeri Pembina Kalsel meluluskan 51 siswa tahun ajaran 2025/2026. Sekolah fokus bekali siswa lewat program vokasi berprestasi internasional. (Dok. Adpim Kalsel)

Sekolah Luar Biasa (SLB)-C Negeri Pembina Provinsi Kalimantan Selatan resmi meluluskan sebanyak 51 siswa dari berbagai jenjang pendidikan untuk tahun ajaran 2025/2026. Acara pelepasan para siswa berkebutuhan khusus tersebut digelar di Aula SLB-C Negeri Pembina, Banjarbaru.

Sekolah yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan tersebut mencatatkan kelulusan yang terdiri dari 16 siswa tingkat TK, 13 siswa tingkat SD, 18 siswa tingkat SMP, dan 4 siswa tingkat SMA.

Kepala SLB-C Negeri Pembina Kalimantan Selatan, Salmah, menyatakan bahwa keberhasilan para siswa menyelesaikan studi merupakan hasil kolaborasi intensif antara proses pembelajaran di sekolah dan dukungan dari orang tua murid.

“Keberhasilan anak-anak menyelesaikan pendidikan merupakan pencapaian yang sangat membanggakan dan patut diapresiasi. Kami berharap para lulusan terus mengembangkan potensi yang dimiliki serta melanjutkan pendidikan maupun keterampilan sesuai kemampuan masing-masing,” ujar Salmah.

Tekan Inflasi Jelang Hari Besar, Pemprov Kalsel Gelar Gerakan Pangan Murah
Baca Juga

Tekan Inflasi Jelang Hari Besar, Pemprov Kalsel Gelar Gerakan Pangan Murah

Salmah menambahkan, bagi para lulusan jenjang bawah yang masih memiliki kesempatan, diharapkan untuk terus melanjutkan sekolah. Sementara bagi lulusan tingkat atas yang telah menyelesaikan masa pendidikannya, mereka diharapkan mampu beradaptasi secara mandiri di tengah masyarakat dengan menerapkan keterampilan praktis yang telah diajarkan.

“Bagi anak-anak yang masih memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan, kami harapkan terus belajar. Sedangkan yang sudah lulus, semoga dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan masyarakat dan menjadi lebih mandiri,” lanjutnya.

Dorong Kemandirian Lewat Program Keterampilan Praktis
Guna menyiapkan ruang adaptasi dan kemandirian seutuhnya bagi para siswa pascakelulusan, SLB-C Negeri Pembina mengandalkan penguatan pada sektor program vokasi. Fokus utama pembelajaran diarahkan pada bidang keterampilan praktis yang mencakup tata boga, tata busana, tata rias kecantikan, kriya kayu, hortikultura, teknologi informasi dan komunikasi (ICT), hingga teknik otomotif atau perbengkelan.

“Di SLB-C Pembina ini, untuk kemandirian, kami mempunyai program-program vokasi tata boga, otomotif (perbengkelan), kemudian ada hortikultura, tata busana, tata kecantikan,” jelas Salmah.

Sidang Korupsi HSU: Ketua KPU Mengaku Patungan Rp75 Juta untuk Hentikan Kasus Dana Hibah
Baca Juga

Sidang Korupsi HSU: Ketua KPU Mengaku Patungan Rp75 Juta untuk Hentikan Kasus Dana Hibah

Kurikulum vokasi yang diterapkan terbukti mampu membawa para siswa bersaing di level yang lebih tinggi. Salah satu program unggulan, yakni tata boga, bahkan tercatat pernah menorehkan prestasi hingga ke tingkat internasional di samping berbagai capaian di level nasional maupun provinsi untuk kategori anak berkebutuhan khusus.

“Di mana kegiatan vokasi kami ini sudah mencapai untuk kejuaraan internasional, seperti tata boga pernah juara internasional. Kemudian kami juga memenangi juara-juara lain tingkat nasional maupun provinsi untuk tingkat anak-anak berkebutuhan khusus,” kata Salmah.

Dalam momentum perpisahan tersebut, para siswa juga menampilkan berbagai bakat hasil kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari seni bela diri pencak silat hingga pembacaan puisi. Pihak sekolah menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi lingkungan belajar yang adaptif guna memunculkan kelebihan di balik keterbatasan para peserta didik.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi. Tidak ada anak yang gagal, karena di balik setiap keterbatasan pasti ada kelebihan yang bisa dikembangkan. Keterampilan untuk kemandirian mereka, yang akan menjadi bekal mereka setelah keluar dari SLB ini,” pungkas Salmah.

(Hendrawan)