Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Bulu Tangkis

Kalah Adaptasi Taktik dari Wakil China, Debut Rehan/Melati Terhenti di Semifinal Indonesia Masters 2026

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 5 September 2026 · 21:182 menit baca
Kalah Adaptasi Taktik dari Wakil China, Debut Rehan/Melati Terhenti di Semifinal Indonesia Masters 2026
Rehan Naufal Kusharjanto dan Melati Daeva Oktavianti tersenyum saat konferensi pers usai laga semifinal Indonesia Masters S100 2026. (Dok. HO/Nusantara Post)

Langkah duet baru ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto dan Melati Daeva Oktavianti, terpaksa terhenti di babak semifinal ajang POLYTRON Pontianak Indonesia Masters Super 100 2026 usai ditundukkan wakil China, Liao Pin Yi dan Zhang Jia Han, Sabtu (5/9/2026).

Bermain di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Rehan dan Melati dipaksa menyerah lewat pertarungan dua gim langsung (straight match) dengan skor identik 18-21 dan 18-21.

Jalannya pertandingan sejatinya sempat didominasi oleh pasangan tuan rumah. Rehan dan Melati memulai laga dengan pijakan meyakinkan dan sukses memimpin perolehan angka di awal laga.

Namun, ritme impresif tersebut gagal dipertahankan hingga memasuki pertengahan gim pertama dan kedua akibat keunggulan poin perlahan terkejar oleh kelincahan lawan.

Ubah Taktik, Dhinda Melaju ke 16 Besar Indonesia Masters 2026
Baca Juga

Ubah Taktik, Dhinda Melaju ke 16 Besar Indonesia Masters 2026

Pada gim kedua, pertahanan Rehan dan Melati kerap dibongkar lewat gempuran pukulan umpan silang (cross-court) mematikan dari Liao dan Zhang. Rentetan tekanan silang tersebut membuat rotasi pasangan Indonesia kehilangan arah hingga akhirnya harus menyerahkan tiket final kepada kubu lawan.

Melati secara objektif menyadari bahwa kegagalan menjaga konsistensi poin bersumber dari lambatnya respons taktis mereka di lapangan saat menghadapi perubahan strategi lawan.

“Mereka mengubah pola permainan saat kami sedang memimpin. Sayangnya, kami berdua lambat untuk beradaptasi dengan perubahan itu. Karena gagal mengatasi situasi tersebut, kami jadinya malah banyak melakukan kesalahan sendiri,” ungkap Melati saat memberikan keterangan dalam konferensi pers usai pertandingan.

Senada dengan pasangannya, Rehan Naufal Kusharjanto memandang kekalahan ini bukan sekadar hasil pahit, melainkan pelajaran berharga bagi mereka yang baru saja dipasangkan. Rehan menilai bahwa ujian sesungguhnya dari kekompakan sebuah duet hanya bisa diukur di atas arena pertandingan resmi, bukan sekadar di pemusatan latihan.

Faktor Kesalahan Sendiri, Dalila Aghnia Terhenti di Indonesia Masters 2026
Baca Juga

Faktor Kesalahan Sendiri, Dalila Aghnia Terhenti di Indonesia Masters 2026

“Benar yang dikatakan Kak Meli, dari laga ini kita jadi tahu di mana letak titik lemah kami. Ke depannya, kami pasti akan memperbaiki hal tersebut dan menutup semua kekurangan yang ada,” tegas Rehan.

Terkait masa depan kemitraan mereka di sektor ganda campuran, Rehan secara tersirat menuturkan belum ada peta jalan pasti mengenai keberlanjutan kerja sama mereka mengingat posisi awal yang diplot khusus untuk turnamen ini.

“Untuk ke depannya masih belum ada rencana program pasti, kita lihat saja nanti. Ini kan juga debut pertama kami. Kalau di latihan mungkin terasa biasa saja, tetapi kekurangan kita jauh lebih terlihat saat berada di pertandingan resmi. Harapannya, kelebihan yang ada akan kami tambah, dan kekurangannya bisa segera ditutup,” pungkas Rehan.

(Hendrawan)