Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Lingkungan

Imbas Karhutla Kalimantan Malaysia Tetapkan Status Darurat Asap di Serian Sarawak

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 5 September 2026 · 13:192 menit baca
Imbas Karhutla Kalimantan Malaysia Tetapkan Status Darurat Asap di Serian Sarawak
Malaysia resmi tetapkan status darurat kabut asap di Distrik Serian Sarawak setelah API tembus level berbahaya 500 akibat asap karhutla Kalimantan. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Pemerintah Malaysia resmi menetapkan status darurat kabut asap di Distrik Serian, Negara Bagian Sarawak, pada Jumat (4/9/2026). Keputusan krusial ini diambil setelah paparan asap pekat yang bersumber dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut di Kalimantan, Indonesia, mendorong Indeks Polutan Udara (API) di wilayah tersebut menembus level sangat berbahaya pada angka 500.

Lonjakan kualitas udara yang memburuk secara drastis ini memaksa otoritas setempat bertindak cepat. Otoritas lingkungan Malaysia menetapkan standar bahwa angka API di atas 300 sudah masuk dalam kategori berbahaya. Tembusnya ambang batas 500 di Serian menjadi dasar kuat pemberlakuan status darurat, yang telah mendapatkan persetujuan langsung dari Raja Malaysia, Sultan Ibrahim, melalui Perdana Menteri Anwar Ibrahim.

Dalam keterangannya, Anwar Ibrahim menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak akan tinggal diam menghadapi ancaman krisis kesehatan dan lingkungan di wilayah yang berbatasan langsung dengan Pulau Kalimantan tersebut.

“Kerajaan akan terus memantau perkembangan dan memastikan semua tindakan yang diperlukan dilaksanakan segera, termasuk langkah mitigasi serta penyampaian informasi dan nasihat kesehatan kepada masyarakat,” tegas Anwar dalam pernyataan resminya di platform X.

Kerahkan Helikopter Karakal, Operasi Pengeboman Air Sasar Lima Titik Rawan Karhutla IKN
Baca Juga

Kerahkan Helikopter Karakal, Operasi Pengeboman Air Sasar Lima Titik Rawan Karhutla IKN

Sebagai langkah mitigasi konkret di tengah kepungan asap, Malaysia langsung menggelar operasi modifikasi cuaca atau penyemaian awan di wilayah udara Sarawak. Operasi intensif selama tiga hari ini menyemai partikel khusus ke dalam awan berpotensi hujan. Langkah ini ditargetkan tidak hanya untuk meluruhkan partikel kabut asap di udara, tetapi juga memulihkan volume air waduk yang menyusut akibat kemarau panjang.

Di sisi lain perbatasan, Indonesia selaku wilayah asal titik api juga tengah berjuang menekan eskalasi bencana. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara masif terus digempur ke sejumlah wilayah prioritas karhutla.

Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Panjaitan, merinci bahwa penyemaian awan di Indonesia telah dieksekusi sejak 26 Agustus hingga 2 September. Tujuannya berfokus pada pemanfaatan potensi hujan untuk membasahi lahan gambut, meningkatkan kelembapan tanah, serta memadamkan titik api yang telah membesar sekaligus mencegah sebaran hotspot baru.

Untuk memastikan upaya tersebut berjalan maksimal, BNPB mengerahkan kekuatan penuh jalur udara.

Cegah Karhutla di IKN, Otorita Luncurkan Fitur Tombol Darurat dan Latih Petani
Baca Juga

Cegah Karhutla di IKN, Otorita Luncurkan Fitur Tombol Darurat dan Latih Petani

“Indonesia telah mengerahkan total 34 pesawat untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC) di berbagai wilayah prioritas,” ungkap Berton.

Bencana lintas batas ini kembali menyoroti urgensi penanganan karhutla yang komprehensif. Upaya modifikasi cuaca yang dilakukan oleh kedua negara saat ini berfungsi sebagai peredam sementara, namun penegakan hukum dan mitigasi dari hulu di area konsesi gambut tetap menjadi kunci agar darurat asap tidak terus menjadi siklus tahunan yang merugikan kedua negara.

(Hendrawan)