Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

ISPU Tembus 308 Udara Pontianak Kategori Berbahaya Meski Semalam Diguyur Hujan

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 5 September 2026 · 12:272 menit baca
ISPU Tembus 308 Udara Pontianak Kategori Berbahaya Meski Semalam Diguyur Hujan
Kualitas udara Pontianak resmi masuk kategori Berbahaya setelah ISPU tembus angka 308 pada Sabtu pagi, residu PM2.5 karhutla masih pekat meski sempat diguyur hujan. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Guyuran hujan yang sempat membasahi sebagian wilayah Kalimantan Barat pada Jumat malam nyatanya bukan jaminan langit kembali bersih. Menjelang siang pada akhir pekan ini, warga Pontianak justru kembali dikepung oleh kualitas udara yang sangat beracun akibat sisa residu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan pantauan aplikasi ISPUnet pada Sabtu (5/9/2026) pukul 10.00 WIB, kualitas udara di stasiun Pontianak Tenggara resmi menyentuh status tertinggi, yakni “Berbahaya”.

Merujuk pada data presisi dalam WhatsApp Image 2026-09-05 at 11.24.09.jpeg, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di wilayah tersebut meroket hingga angka 308. Angka ini didominasi oleh tingginya konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 yang menjadi parameter kritis. Di saat yang sama, parameter PM10 juga terpantau tinggi di angka 284, yang masuk dalam kategori “Sangat Tidak Sehat”.

Sempat Diguyur Hujan BMKG Mencatat Kualitas Udara Kubu Raya Masuk Level Berbahaya
Baca Juga

Sempat Diguyur Hujan BMKG Mencatat Kualitas Udara Kubu Raya Masuk Level Berbahaya

Fakta ini menegaskan sebuah ironi cuaca: hujan lokal semalam rupanya belum sepenuhnya mampu mencuci partikel polutan mikroskopis yang mengendap di udara bawah. Asumsi bahwa hujan akan mensterilkan udara terbukti meleset. Karhutla yang kemungkinan masih menyisakan bara di lahan gambut, ditambah minimnya angin kencang untuk memecah konsentrasi asap, membuat kabut pekat justru terperangkap di wilayah perkotaan pada pagi hari.

Kondisi ini bukanlah sekadar fluktuasi cuaca biasa, melainkan ancaman langsung terhadap kesehatan publik. Sistem ISPUnet secara gamblang memberikan peringatan keras bahwa tingkat kualitas udara di angka 308 ini. 

“Dapat merugikan kesehatan serius pada populasi dan perlu penanganan cepat”. Tulis keterangan pada sistem.

Partikel PM2.5 yang sangat kecil dapat dengan mudah menembus masker kain biasa, masuk ke aliran darah, dan merusak fungsi paru-paru. Pada pukul 10.00 WIB tersebut, cuaca Pontianak tercatat berada pada suhu 30 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan 77,13 persen. Kombinasi suhu yang mulai memanas menjelang siang dengan kepungan asap pekat ini menciptakan kondisi udara yang sangat tidak layak hirup.

Atasi Kemarau dan Kabut Asap, Bank Kalbar Gelar Salat Istisqa Bersama Anak Yatim
Baca Juga

Atasi Kemarau dan Kabut Asap, Bank Kalbar Gelar Salat Istisqa Bersama Anak Yatim

Selama eskalasi karhutla belum padam secara total di hulu, cuaca Pontianak diproyeksikan masih akan terus dibayangi anomali kabut asap yang mengancam nyawa, terlepas dari seberapa sering hujan ringan turun membasahi wilayah tersebut. Masyarakat didesak untuk meminimalisasi aktivitas ruang terbuka guna menghindari paparan langsung polutan mematikan ini.

(Hendrawan)