Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Lingkungan

Antisipasi Kebakaran Meluas, Otorita IKN Bentuk Satuan Reaksi Cepat dan Bagi Tujuh Klaster

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 5 September 2026 · 10:201 menit baca
Antisipasi Kebakaran Meluas, Otorita IKN Bentuk Satuan Reaksi Cepat dan Bagi Tujuh Klaster
Otorita IKN bentuk Satuan Reaksi Cepat multi pihak dan bagi kawasan ke dalam tujuh klaster untuk tangani karhutla serta siapkan pasokan air Waduk Sepaku. (Dok. OIKN)

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memperketat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membentuk Satuan Reaksi Cepat Multi Pihak serta membagi kawasan Nusantara ke dalam tujuh klaster wilayah penanganan terpadu, Jumat, (4/9/2026).

Langkah pembagian klaster tersebut ditetapkan secara partisipatif bersama Kementerian Kehutanan, Pemprov Kaltim, Pemkab Kutai Kartanegara, Pemkab Penajam Paser Utara, korporasi, hingga relawan Masyarakat Peduli Api guna mempercepat respons taktis berdasarkan sebaran posko, ketersediaan logistik alat, dan aksesibilitas medan.

Prinsip kolaborasi lintas sektor dalam pengamanan kawasan ibu kota masa depan tersebut ditegaskan oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.

“Pengendalian karhutla bukan pekerjaan satu lembaga. Ini ikhtiar bersama pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menjaga Nusantara sebagai kota hutan yang aman dan berkelanjutan,” ujar Basuki Hadimuljono, Jumat, (4/9/2026).

Kerahkan Helikopter Karakal, Operasi Pengeboman Air Sasar Lima Titik Rawan Karhutla IKN
Baca Juga

Kerahkan Helikopter Karakal, Operasi Pengeboman Air Sasar Lima Titik Rawan Karhutla IKN

Setiap klaster dipimpin seorang koordinator wilayah serta ditopang data harian titik panas dan inventarisasi kantong sumber air guna mendukung tindakan pemadaman, pembuatan sekat bakar, hingga pembasahan ulang (cooling down) pada lahan yang telah terbakar.

Aparatur sipil negara Otorita IKN turut disiagakan dalam jadwal piket posko secara bergantian untuk memonitor kawasan bersama regu pemadam gabungan BPBD serta UPT Kehutanan.

Guna mengatasi ancaman defisit air permukaan, pipanisasi dari Waduk Sepaku Semoi mulai dioperasikan secara intensif bersamaan dengan penggelaran Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang bekerja sama dengan BMKG dan TNI AU pada 22 hingga 25 Agustus 2026.

Tindak Tegas Karhutla IKN, Satu Perusahaan Disanksi dan Satu Pelaku Dipidana
Baca Juga

Tindak Tegas Karhutla IKN, Satu Perusahaan Disanksi dan Satu Pelaku Dipidana

Eksplorasi cadangan air tanah dalam melalui survei geolistrik tengah dirampungkan, dengan target pengeboran sumur air tanah dijadwalkan mulai berlangsung pada pekan keempat September 2026.

Dukungan kesehatan bagi personel garda terdepan juga dipenuhi melalui penyaluran paket multivitamin demi menjaga stamina fisik tim pemadam api di kawasan Nusantara.

(Hendrawan)