Jum, 28/08/26 · 15.27.15
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Bulu Tangkis

Meski Kurang Fit Richie Richardo Berhasil Lolos Perempat Final lawan Tan Jia Jie POLYTRON Pontianak International Challenge 2026

Hendrawan
Hendrawan
Jumat, 28 Agustus 2026 · 20:512 menit baca
Meski Kurang Fit Richie Richardo Berhasil Lolos Perempat Final lawan Tan Jia Jie POLYTRON Pontianak International Challenge 2026
Meski kondisi fisik kurang fit, Richie Richardo kalahkan Cheng Ju-Sheng straight game dan amankan tiket perempat final Pontianak International Challenge 2026. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Tunggal putra Indonesia, Richie Duta Richardo, sukses mengamankan tiket perempat final POLYTRON Pontianak International Challenge 2026. Berlaga di Stadion Terpadu, Pontianak pada Jumat (28/8), Richie mendepak lawannya, Cheng Ju-Sheng, lewat kemenangan dua match langsung dengan skor meyakinkan 21-15 dan 21-13 dalam tempo 40 menit.

Keberhasilan ini tidak diraih tanpa rintangan. Di balik determinasi tingginya di atas lapangan, Richie secara blak-blakan mengungkapkan bahwa kondisi fisiknya sejatinya tidak berada pada level ideal sebelum bertanding. Meski demikian, dukungan masif dari publik Pontianak berhasil memutarbalikkan situasi, mengubah kelelahan fisik menjadi motivasi berlipat.

“Pastinya (suporter) sangat berpengaruh. Badan saya tidak yang selalu fit sebelum main tadi, ada sedikit gangguan. Cuma dari antusias penonton yang selalu mendukung saya, jadi ada motivasi tambahan untuk memenangkan laga hari ini,” ungkap Richie dalam konferensi pers usai pertandingan.

Dalila Terhenti di Perempat Final POLYTRON Pontianak International Challenge 2026 Akui Main Terlalu Buru-buru
Baca Juga

Dalila Terhenti di Perempat Final POLYTRON Pontianak International Challenge 2026 Akui Main Terlalu Buru-buru

Pertarungan melawan Cheng Ju-Sheng pun diakuinya tidak berjalan mudah pada fase awal. Lawan rupanya telah meracik strategi khusus berdasarkan rekam jejak pertemuan mereka sebelumnya. Hal ini membuat perolehan angka di match pertama sempat berlangsung ketat dan memaksa Richie beradaptasi lebih cepat.

“Di match pertama beberapa poin awal itu sempat ramai. Soalnya dari pertemuan-pertemuan sebelumnya mungkin dia sudah evaluasi, jadi sama-sama tahu cara main. Mungkin dia ada antisipasi yang lain, jadi saya belum siap pada awalnya,” paparnya mengulas taktik lawan.

Meski mendapat perlawanan sengit dan terkendala kebugaran, Richie bersyukur mampu menuntaskan laga tanpa cedera berarti.

“Puji Tuhan, pertama juga dihindarkan dari cedera. Yang terpenting itu bisa memenangkan laga hari ini dengan baik,” tuturnya lega.

Rumah Hangus di Jeruju II, Pemkot Pontianak Salurkan Bantuan Logistik dan Material
Baca Juga

Rumah Hangus di Jeruju II, Pemkot Pontianak Salurkan Bantuan Logistik dan Material

Selanjutnya, ketangguhan mental dan visi bermain Richie akan kembali diuji pada babak perempat final menghadapi Tan Jia Jie. Menatap laga krusial tersebut, ia memilih untuk memusatkan fokus pada pengendalian diri tanpa membiarkan beban ekspektasi merusak pola permainannya. Kesiapan mental dalam kondisi apa pun menjadi prinsip utamanya.

“Persiapan untuk babak selanjutnya terutama fokus pada pikiran diri sendiri. Yang penting main bisa keluar maksimal, tanpa beban. Dalam keadaan apa pun, lawannya siapa pun, saya harus siap,” tegas Richie penuh keyakinan.

Ambisi Richie di ajang ini pun tidak main-main. Pernah mencecap manisnya podium tertinggi, ia mematok target absolut untuk kembali merengkuh gelar juara di Pontianak

“Target di sini, sebelum ini kan main IC (International Challenge) juga sudah pernah juara, pastinya ingin terulang kembali untuk menambah gelar IC-nya,” pungkasnya.

(Hendrawan)