Sel, 21/07/26 · 09.35.59
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Cek Fakta

Video Menkeu Purbaya Bahas Korupsi Dana Desa Dipastikan Hasil Manipulasi AI

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Selasa, 21 Juli 2026 · 07:171 menit baca
Video Menkeu Purbaya Bahas Korupsi Dana Desa Dipastikan Hasil Manipulasi AI
Beredar video hoax Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa sebut dana desa dikorupsi. Hasil periksa fakta membuktikan video tersebut manipulasi AI dengan audio buatan 99,2 persen. (Dok. Ist)

Unggahan video di media sosial yang mengeklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berbicara mengenai tuduhan korupsi dana desa dipastikan merupakan informasi palsu (hoaks). Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan klip audio dan visual dalam video yang beredar sejak 29 Juni 2026 tersebut merupakan hasil manipulasi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Laporan klarifikasi resmi yang dirilis portal periksa fakta mengidentifikasi bahwa probabilitas audio buatan pada unggahan tersebut mencapai 99,2 persen, yang menandakan indikasi rekayasa sintesis suara yang tinggi.

Penelusuran Visual dan Konteks Asli Video
Berdasarkan penelusuran digital, sumber gambar asli dari video tersebut identik dengan unggahan pada akun TikTok pribadi Purbaya Yudhi Sadewa, @purbayayudhis.

Dalam konteks video yang sebenarnya, Purbaya tidak membicarakan isu pengawasan atau penyalahgunaan anggaran dana desa. Rekaman tersebut memperlihatkan momen saat ia menjawab pertanyaan di sebuah bandara mengenai agendanya menuju Universitas Airlangga, Surabaya, untuk menghadiri forum akademik bersama para guru besar.

Dongkrak Fiskal Daerah, Penyaluran Transfer ke Daerah di Kalsel Tembus Rp8,33 Triliun
Baca Juga

Dongkrak Fiskal Daerah, Penyaluran Transfer ke Daerah di Kalsel Tembus Rp8,33 Triliun

Manipulasi konten ini memotong audio asli dan menggantinya dengan narasi buatan kecerdasan buatan guna menyesatkan persepsi publik terkait tata kelola keuangan desa.

Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarluaskan konten audio-visual yang belum terverifikasi keabsahannya, terutama yang memanfaatkan manipulasi teknologi deepfake atau tiruan suara pejabat publik.

(Dayank Ana)