Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Cegah Api Gambut Dekati Permukiman, Mahasiswa Fahutan Untan Berjibaku Padamkan Karhutla di Kuala Dua

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 5 September 2026 · 23:222 menit baca
Cegah Api Gambut Dekati Permukiman, Mahasiswa Fahutan Untan Berjibaku Padamkan Karhutla di Kuala Dua
Dua mahasiswa Fakultas Kehutanan Untan menarik selang pemadam di lahan gambut terbakar kawasan Kuala Dua, Kubu Raya. (Dok. BEM FAHUTAN UNTAN)

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kehutanan Sylva Indonesia Cabang Universitas Tanjungpura (Untan) turun langsung menjadi relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (5/9/2026).

Aksi tanggap darurat yang berkolaborasi dengan Masyarakat Peduli Api (MPA) Kuala Dua tersebut difokuskan untuk memblokir rambatan api lahan gambut yang mulai mengancam kawasan permukiman warga.

Lokasi pemadaman berada tidak jauh dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya, dengan jarak tempuh sekitar empat menit.

Mengingat karakteristik lahan gambut yang rentan memendam bara di bawah permukaan, proses pemadaman membutuhkan kehati-hatian dan penyisiran berlapis agar titik api tidak kembali membesar saat tertiup angin.

Turun Langsung, Kapolda Kalbar Ikut Padamkan Api di Dua Titik Karhutla Kubu Raya
Baca Juga

Turun Langsung, Kapolda Kalbar Ikut Padamkan Api di Dua Titik Karhutla Kubu Raya

Ketua BEM Fakultas Kehutanan Sylva Indonesia Cabang Untan, Muhammad Nur Setiawan, menegaskan bahwa meski eskalasi api di permukaan mulai menurun, ancaman dari dalam lapisan gambut masih menjadi fokus utama para relawan di lapangan.

“Situasi api sudah mulai dapat dikendalikan, meskipun api sudah mendekati rumah warga. Kemudian dikarenakan lahan gambut, tentunya masih ada saja yang terus merambat, dan itu jadi PR (pekerjaan rumah) supaya ditangani sampai tuntas, dan jangan sampai ada yang tertinggal. Karena jika tertinggal, meskipun bara kecil tetap dapat merembet dan kemudian meluas ke area lainnya,” tegas Setiawan saat memimpin koordinasi di lokasi karhutla.

Tantangan di lapangan turut disoroti oleh perwakilan relawan mahasiswa, Setiawan. Ia mengamati bahwa hamparan lahan yang terbakar cukup luas, dan potensi munculnya titik api baru pasca-pemadaman masih sangat tinggi.

“Pada hari ini, kami terjun langsung ke lokasi terdampak karhutla. Bisa kita lihat bahwa kondisi di sini sudah banyak yang terbakar. Meskipun setelah dilakukan pemadaman, masih banyak sekali titik-titik api yang berpotensi untuk merambat ke lahan yang lainnya,” ungkap Setiawan.

Dukung Relawan Garis Depan Karhutla, Badko HMI Kalbar Salurkan Bantuan Logistik ke Posko Segar
Baca Juga

Dukung Relawan Garis Depan Karhutla, Badko HMI Kalbar Salurkan Bantuan Logistik ke Posko Segar

Lebih jauh, Setiawan memandang inisiatif ini bukan sekadar bantuan tenaga fisik, melainkan bentuk tanggung jawab moral kaum akademisi terhadap krisis lingkungan yang membelenggu Kalimantan Barat.

“Bagi saya keterlibatan ini bukan hanya tentang membantu memadamkan api, tetapi juga tentang bagaimana sebagai mahasiswa kami bisa memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dan lingkungan. Saya berharap keterlibatan kami sebagai relawan dapat memberikan manfaat, meskipun yang kami berikan ini masih sangat sederhana. Yang terpenting bagi saya adalah adanya kepedulian dan kemauan untuk ikut membantu ketika masyarakat membutuhkan,” paparnya.

Aksi tanggap darurat ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran nyata bagi para mahasiswa kehutanan untuk memahami kompleksitas tata kelola dan mitigasi bencana ekologis di lahan gambut secara langsung.

“Bagi saya pribadi, menjadi relawan di tengah kondisi seperti ini merupakan pengalaman yang sangat berarti. Kami datang bukan karena merasa paling mampu, tapi karena ingin belajar, membantu, dan menjadi bagian kecil dari upaya menjaga lingkungan serta membantu masyarakat yang terdampak,” tutup Setiawan.

(Hendrawan)