Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Selatan

RSJ Sambang Lihum Kalsel Siagakan Tim Damkar 24 Jam Antisipasi Karhutla

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Selasa, 29 September 2026 · 14:022 menit baca
RSJ Sambang Lihum Kalsel Siagakan Tim Damkar 24 Jam Antisipasi Karhutla
Sejumlah kendaraan pemadam kebakaran dari TNI-AD, Kementerian Pekerjaan Umum, dan instansi lain disiagakan di kawasan RSJ Sambang Lihum di tengah kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. (Dok. Pemprov Kalsel)

Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sekitar kawasan rumah sakit.

Direktur RSJ Sambang Lihum Yuddy Riswandhy Noora, melalui Kepala Bidang Penunjang Non Medik RSJ Sambang Lihum Salbiah, mengatakan rumah sakit telah memiliki tim pemadam kebakaran (damkar) internal yang disiapkan untuk menangani kondisi darurat di lingkungan rumah sakit.

“Kalau kami di Sambang Lihum ini, sebenarnya sebelum kejadian kebakaran pun kami sudah punya tim damkar. Tim damkar Sambang Lihum itu memang dipersyaratkan dalam penilaian akreditasi rumah sakit,” ujar Salbiah di Banjar, Selasa (29/9/2026).

Tim tersebut berjumlah 15 orang yang berasal dari sejumlah unsur internal rumah sakit, antara lain Instalasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), kesehatan lingkungan, serta petugas keamanan.

Meski Kabut Asap Berkurang, Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Bagikan 3.000 Masker ke Warga
Baca Juga

Meski Kabut Asap Berkurang, Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Bagikan 3.000 Masker ke Warga

Menurut Salbiah, para personel telah mendapatkan pelatihan secara berkala untuk menghadapi situasi kebakaran maupun kondisi lain yang berkaitan dengan keselamatan rumah sakit.

“Tim damkar kami terdiri dari 15 orang. Mereka terdiri dari instalasi K3RS, kesehatan lingkungan dan juga satpam. Mereka yang bertugas untuk memadamkan kalau memang terjadi kebakaran di lingkungan rumah sakit,” jelasnya.

Kesiapsiagaan tersebut semakin diperkuat dengan sistem pemantauan kondisi kawasan secara berjenjang. Personel yang bertugas dibagi dalam beberapa waktu kerja, yakni pagi, siang, dan malam, sehingga perkembangan situasi dapat dipantau sepanjang hari.

Salbiah mengatakan, setiap perkembangan kondisi di sekitar kawasan rumah sakit dilaporkan melalui grup komunikasi internal sehingga pimpinan dapat mengetahui kondisi lapangan secara cepat.

Karhutla Terjang Lima Daerah, BNPB Perketat Pengawasan di Enam Provinsi Prioritas
Baca Juga

Karhutla Terjang Lima Daerah, BNPB Perketat Pengawasan di Enam Provinsi Prioritas

“Kami punya grup, jadi mereka melaporkan kondisi di sana. Tim damkar tadi bersiap, ada yang pagi, siang dan malam. Apapun kondisi nanti akan di-update di grup, jadi kami dapat memantau dan mengetahui kejadian-kejadian tersebut,” katanya.

RSJ Sambang Lihum juga memiliki peralatan pemadam kebakaran yang dapat digunakan sesuai kondisi di lapangan, termasuk alat pemadam berukuran kecil yang dapat dibawa menuju area yang sulit dijangkau.

Ketika kondisi kebakaran berkembang dan membutuhkan penanganan lebih besar, rumah sakit juga berkoordinasi dengan unsur eksternal, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan TNI.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan keselamatan pasien, tenaga kesehatan, maupun seluruh masyarakat yang berada di kawasan RSJ Sambang Lihum.

Sebelumnya, karhutla di sekitar RSJ Sambang Lihum sempat mendapat perhatian luas setelah titik api mendekati kawasan rumah sakit.

Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan turut melakukan upaya pelokalisasian agar api tidak menjalar ke fasilitas rumah sakit.

(Dayank Ana)