Sel, 21/07/26 · 10.54.51
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Timur

Minim Akses Transportasi, Hunian Subsidi FLPP di Balikpapan Ditinggal Penghuni

Memei
Memei
Selasa, 21 Juli 2026 · 09:191 menit baca
Minim Akses Transportasi, Hunian Subsidi FLPP di Balikpapan Ditinggal Penghuni
Perumahan Bukit Batakan Permai Balikpapan Timur. Banyak rumah subsidi FLPP ditinggalkan pemilik akibat minimnya transportasi umum. (Dok. Ist)

Rumput ilalang dan tanaman liar tumbuh tinggi memenuhi pekarangan rumah-rumah warga di Perumahan Bukit Batakan Permai, Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur. Sebagian kawasan hunian yang dibangun melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perusahaan (FLPP) atau KPR bersubsidi ini nampak sepi dan ditinggalkan oleh pemiliknya.

Pantauan langsung di lokasi pada Senin, (20/7/2026), memperlihatkan deretan unit rumah bersubsidi dalam kondisi tidak terawat. Beberapa unit di antaranya dipasangi papan pengumuman dijual oleh para pemilik.

Faktor utama yang memicu terlantarnya unit-unit hunian murah ini adalah minimnya sarana transportasi umum yang terhubung ke wilayah perumahan. Keterbatasan aksesibilitas harian menuju pusat aktivitas kota membuat sejumlah warga memilih pindah dan tidak lagi menempati rumah subsidi tersebut.

Tampung 129 Lansia, Panti Sosial Kaltim Perketat Syarat Kelayakan Penerimaan
Baca Juga

Tampung 129 Lansia, Panti Sosial Kaltim Perketat Syarat Kelayakan Penerimaan

Kendala Aksesibilitas dan Kelengkapan Wilayah
Di lokasi RT 80 Kelurahan Manggar, papan petunjuk penataan lingkungan dan imbauan lapor warga terpasang di antara semak belukar yang makin tinggi. Akses jalan di dalam lingkungan kompleks perumahan masih didominasi tanah padat dan jalan lingkungan terbatas yang dilintasi kendaraan roda dua.

Meskipun unit bangunan rumah bersubsidi telah berdiri secara masif di kawasan Balikpapan Timur, ketiadaan penunjang layanan angkutan umum yang memadai menjadi hambatan utama bagi fleksibilitas mobilitas warga penghuni.

Situasi penelantaran unit rumah ini menjadi catatan penting dalam tata kelola dan perencanaan kawasan hunian KPR bersubsidi daerah, agar pembangunan fisik rumah bersubsidi di masa depan turut diimbangi dengan penyediaan sarana transportasi publik yang terintegrasi.

(Memei)