Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada ekosistem gambut terus diintensifkan melalui operasi pemompaan dan pengaliran air dari Sungai Pawan menuju kawasan terdampak di Desa Sungai Pelang dan Desa Sungai Besar, Kabupaten Ketapang, Sabtu, (3/10/2026).
Langkah intervensi teknis ini diambil menyusul kebakaran lahan gambut yang melanda wilayah Kabupaten Ketapang sepanjang September 2026. Kerusakan struktur lapisan tanah organik tersebut berisiko memicu pelepasan emisi karbon dalam skala masif serta mengancam stabilitas keanekaragaman hayati kawasan.
Operasi pemulihan hidrologis ini dijalankan melalui kolaborasi antara Kementerian Lingkungan Hidup melalui Balai Gambut dan Mangrove Wilayah Kalimantan, PT Arrtu Energie Resources (AER), Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Sungai Pelang, MPA Desa Sungai Besar, jajaran pemerintah desa, serta instansi terkait lainnya.
Dalam teknis pelaksanaannya, air dari Sungai Pawan dipompa lalu dialirkan melewati jaringan kanal sepanjang 9 kilometer yang melintasi lahan milik masyarakat serta area konsesi milik PT AER menuju titik sasaran pembasahan.

