Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Hotspot Turun Signifikan, Gubernur Ria Norsan Apresiasi Sinergi Lintas Sektor Penanganan Karhutla Kalbar

Roska Putra
Roska Putra
Jumat, 4 September 2026 · 22:411 menit baca
Hotspot Turun Signifikan, Gubernur Ria Norsan Apresiasi Sinergi Lintas Sektor Penanganan Karhutla Kalbar
Gubernur Kalbar Ria Norsan berjalan berdampingan dengan jajaran perwira TNI dan Polri di Lanud Supadio. (Dok. HO/Nusantara Post)

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan apresiasi tinggi terhadap sinergi lintas sektor dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang berhasil menekan jumlah titik panas (hotspot) secara signifikan di Kalimantan Barat, Jumat (4/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Karhutla yang digelar di Lanud Supadio, Kubu Raya, bersama Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Ria Norsan mengungkapkan, kolaborasi erat antara Pemprov Kalbar, TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD, masyarakat peduli api, serta bantuan pemerintah pusat telah membuahkan hasil nyata. Jumlah titik panas yang semula menembus angka di atas 2.000 titik kini tersisa sekitar 100 titik.

“Kami bersama Forkopimda dan seluruh masyarakat peduli api, Manggala Agni, TNI-Polri sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memadamkan karhutla di Kalbar. Alhamdulillah, titik api itu menurun dari sebelumnya yang sempat 2.000 lebih, sekarang tinggal 100 titik,” ujar Ria Norsan.

Pemerintah Maksimalkan OMC dan Water Bombing untuk Penanganan Terpadu Karhutla Kalbar
Baca Juga

Pemerintah Maksimalkan OMC dan Water Bombing untuk Penanganan Terpadu Karhutla Kalbar

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memaparkan data verifikasi lapangan.

Dari total 166 hotspot yang terdeteksi pemantauan BMKG, pengecekan langsung melalui patroli mencatat hanya ada 61 fire spot aktif dengan luas sekitar 802,17 hektare. Secara keseluruhan, total luas lahan terbakar di Kalbar sejak awal penanganan mencapai 38.310 hektare.

Meski tren titik api menunjukkan penurunan yang menggembirakan, Gubernur mengimbau seluruh personel di lapangan agar tidak kendur dalam melakukan pemantauan dan pemadaman.

“Kita tidak boleh lengah. Walaupun titik api sudah menurun, pemantauan dan pemadaman tetap kita lakukan sampai kondisi benar-benar aman. Terima kasih kepada seluruh personel yang sudah bekerja di lapangan, ini adalah kerja bersama kita,” tegas Ria Norsan.

(roska)