Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Pemerintah Maksimalkan OMC dan Water Bombing untuk Penanganan Terpadu Karhutla Kalbar

Roska Putra
Roska Putra
Jumat, 4 September 2026 · 22:382 menit baca
Pemerintah Maksimalkan OMC dan Water Bombing untuk Penanganan Terpadu Karhutla Kalbar
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dan Gubernur Kalbar Ria Norsan dalam Rapat Koordinasi Karhutla di Lanud Supadio. (Dok. HO/Nusantara Post)

Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat secara simultan dan terintegrasi melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), penguatan water bombing, penyuntikan gambut, hingga penegakan hukum, Jumat (4/9/2026).

Langkah strategis tersebut disepakati dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Karhutla yang digelar di Posko Satgas Udara Lanud Supadio, Pontianak. Pertemuan ini dihadiri oleh Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, serta Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan.

Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa OMC menjadi salah satu langkah utama yang dimaksimalkan dengan memanfaatkan potensi awan hujan prakiraan BMKG pada 4–8 September 2026.

Selain OMC, dukungan armada udara water bombing juga ditambah untuk menjangkau kawasan krusial seperti Danau Sentarum yang berbatasan dengan Sarawak, Malaysia, termasuk dukungan tiga pesawat Chinook dari Pasukan Bela Diri Jepang yang dijadwalkan tiba pekan depan.

Hotspot Turun Signifikan, Gubernur Ria Norsan Apresiasi Sinergi Lintas Sektor Penanganan Karhutla Kalbar
Baca Juga

Hotspot Turun Signifikan, Gubernur Ria Norsan Apresiasi Sinergi Lintas Sektor Penanganan Karhutla Kalbar

“Dalam hal ini, pihak Kementerian Kehutanan bersama BNPB dan instansi terkait menginstruksikan agar potensi awan hujan ini dimanfaatkan secara maksimal untuk pembasahan tinggi muka air tanah di lahan gambut, sehingga potensi kebakaran dapat ditekan sejak dini,” ungkap Raja Juli.

Di jalur darat, pemetaan jumlah personel dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, hingga relawan akan diperinci hingga tingkat kecamatan.

Khusus kawasan gambut, pemerintah menerapkan teknik peat injection (penyuntikan gambut) guna membasahi lapisan tanah dalam dan memadamkan bara api di bawah permukaan.

“Ke depan akan dilakukan mapping secara lebih detail per kabupaten/kecamatan untuk menghitung kebutuhan personel secara presisi, mulai dari kebutuhan personel TNI, Polri, BPBD, hingga Manggala Agni sehingga distribusi kekuatan di lapangan menjadi lebih tepat sasaran,” jelasnya.

KLH/BPLH Optimalkan Modifikasi Cuaca, Hujan Buatan Guyur Wilayah Rawan Karhutla di Kalbar dan Kalteng
Baca Juga

KLH/BPLH Optimalkan Modifikasi Cuaca, Hujan Buatan Guyur Wilayah Rawan Karhutla di Kalbar dan Kalteng

Dari sisi hukum dan pencegahan, pemerintah menegaskan sanksi tegas tanpa diskriminasi bagi pelaku pembakaran, baik perseorangan maupun korporasi, serta penyegelan area terbakar dengan police line atau forest line. Raja Juli juga mengimbau masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar.

“Saya harap tradisi membakar lahan secara sembarangan, membuka lahan dengan cara mudah dan murah, serta kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan di dekat lahan kering harus dihentikan demi keselamatan bersama,” tegas Raja Juli.

Guna menunjang operasional di lapangan, pemerintah menyiapkan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kehutanan sebesar Rp5,5 miliar untuk Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang nantinya akan disokong tambahan anggaran dari BNPB dan DPR RI.

(Roska)