Skuad bulutangkis Indonesia menegaskan kesiapan tempur menjelang bergulirnya kejuaraan Polytron Pontianak International Challenge 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (24/8/2026). Diwarnai rotasi taktik atlet senior hingga perburuan gelar para pemain muda, tim tuan rumah membidik dominasi podium pada turnamen resmi Badminton World Federation (BWF) berhadiah total 20.000 dolar AS tersebut.
Sorotan utama konferensi pers tertuju pada Apriyani Rahayu yang tampil di sektor ganda campuran berpasangan dengan Dejan Ferdinansyah. Perubahan ini menjadi tantangan tersendiri bagi Apriyani yang selama ini solid di ganda putri.
“Pertandingan kali ini cukup berbeda. Biasanya saya bermain di sektor ganda putri dan sekarang di ganda campuran. Tantangannya ada pada adaptasi pola main, dari playmaker menjadi pemain depan, serta komunikasi dengan atlet putra yang tentu berbeda,” ujar Apriyani dalam konferensi pers, Senin (24/8/2026).
Selain adaptasi teknik dan rotasi lapangan, Apriyani mengantisipasi kondisi lingkungan lokal, khususnya potensi paparan asap di wilayah Pontianak.
“Sebelum berangkat kami sudah dibekali arahan untuk memakai masker dan rutin mengonsumsi vitamin guna menjaga kondisi tubuh tetap prima,” tambahnya.
Peta persaingan turnamen edisi kali ini diprediksi ketat menyusul hadirnya wakil dari 17 negara, termasuk kekuatan utama dunia seperti Jepang, Korea Selatan, Chinese Taipei, Thailand, hingga Amerika Serikat. Ihsan Maulana Mustofa mengingatkan skuad Merah Putih untuk mewaspadai potensi kejutan dari setiap lawan.
“Peta persaingan bulutangkis sekarang sangat merata, semua negara bisa memberikan kejutan di setiap pertandingan. Tugas saya adalah mengingatkan seluruh pemain, terutama di tunggal putra, untuk selalu siap di setiap match. Kami optimistis bisa memberikan hasil terbaik dan meraih banyak gelar,” kata Ihsan.

Ambisi tinggi juga diusung pemain tunggal putra muda, Richie Duta Richardo. Tampil untuk pertama kalinya di Kota Pontianak, Richie membidik gelar keduanya sepanjang tahun 2026.
“Persiapan sudah cukup lama dan saya sangat siap. Saya punya motivasi lebih untuk meraih gelar juara kedua saya tahun ini,” ungkap Richie.
Kesiapan 100 persen turut ditegaskan pemain tunggal putri, Jolin Angelia. Pengalaman berlatih bersama para senior di Pelatnas menjadi modal utamanya dalam menghadapi tekanan kompetisi internasional.
“Di Pelatnas sendiri latihannya sama pemain yang usianya diatas saya, jadi tidak beda jauh dengan lawan di sini, yang penting berjuang dulu saja. Kesiapan saya sudah 100%. Target saya pastinya mau juara, namun saya mau melakukan yang maksimal dulu saja,” Tegas Angelia percaya diri.
Sementara itu, ganda putra Alexius Ongkytama Subagio yang berpasangan dengan Taufik Aderya bertekad menebus hasil runner-up di Philippine International Challenge 2026 lalu dengan podium tertinggi di Pontianak, sebagai pijakan menuju target jangka panjang di BWF Super 100.
Polytron Pontianak International Challenge 2026 akan berlangsung pada 25–30 Agustus 2026. Selain memperebutkan poin krusial peringkat BWF, ajang ini menjadi panggung pembuktian bagi talenta muda Indonesia di kandang sendiri.
(Hendrawan)