Indeks pencemaran udara di Kota Pontianak kembali memburuk hingga meroket menembus kategori ‘Sangat Tidak Sehat’ akibat dampak kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti wilayah Kalimantan Barat, Rabu (26/8/2026).
Berdasarkan pemutakhiran data real-time dari stasiun pemantau ISPUnet di Pontianak Tenggara pada pukul 10.00 WIB, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) tercatat melonjak ke angka 255.
Partikel debu halus mikroskopis atau Particulate Matter 2.5 (PM2.5) ditetapkan sebagai parameter paling kritis yang mencemari ruang napas publik.
Peningkatan drastis menjelang siang ini menjadi bukti empiris bahwa wilayah Pontianak masih terjebak dalam krisis ekologis yang parah di penghujung Agustus.
