Panitia resmi membuka pendaftaran bakal calon Dekan Fakultas Teknik Untan periode 2026-2030. Tiga nama internal diprediksi kuat siap maju kontestasi.
(Dok. Panitia Pemilihan Dekan FT Untaan)
Proses pemilihan Dekan Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura (Untan) periode mendatang resmi memasuki tahapan penting. Panitia pemilihan saat ini tengah membuka masa pendaftaran bakal calon dekan yang dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 17 Juni 2026.
Berdasarkan ketentuan dan regulasi yang berlaku, para calon dekan harus memenuhi sejumlah persyaratan ketat. Di antaranya wajib berpendidikan minimal Doktor (S3), menduduki jabatan akademik minimal Lektor Kepala, serta berusia maksimal 60 tahun pada saat mendaftar.
Setelah seluruh proses pendaftaran dan verifikasi berkas rampung, para calon yang dinyatakan memenuhi syarat akan mengikuti tahapan penyampaian visi dan misi di hadapan rapat Senat Fakultas Teknik pada 14 Juli 2026. Agenda penyampaian visi dan misi ini menjadi salah satu instrumen krusial sebelum dilakukan pemungutan suara untuk menentukan dekan terpilih.
(Dok. Panitia Pemilihan Dekan Fakultas Teknik Untan)
Merujuk pada pemetaan terhadap pemenuhan persyaratan administratif di internal kampus, saat ini diperkirakan terdapat sekitar 26 dosen di lingkungan Fakultas Teknik Untan yang memiliki kualifikasi untuk mendaftarkan diri.
Meski demikian, informasi yang dihimpun dari sumber internal di lingkungan fakultas menyebutkan bahwa hingga saat ini baru ada tiga nama yang diprediksi kuat akan maju dalam kontestasi, antara lain:
Henny Herawati dari Program Studi Teknik Sipil (S1)
Kendati ketiga nama tersebut mencuat ke permukaan, tidak menutup kemungkinan jumlah pendaftar dan bakal calon akan bertambah menjelang detik-detik akhir penutupan masa pendaftaran.
Tanggapan Alumni Terkait Mekanisme Pemilihan
Dinamika menjelang pergantian kepemimpinan ini turut mendapat perhatian dari kalangan alumni. Salah seorang alumni Fakultas Teknik Untan angkatan 1981, Mei Purwowidodo, menilai bahwa sistem pemilihan dekan di Untan merupakan mekanisme akademik yang selama ini telah berjalan dengan iklim yang baik.
“Siapa pun yang mendaftar sebagai bakal calon dekan tentu memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk memimpin Fakultas Teknik. Peluang setiap calon pada dasarnya sama. Faktor lobi-lobi mungkin saja ada, tetapi saya yakin tidak akan mengubah suara hati para pemegang hak suara,” ujar Mei.
Mei menambahkan, selama seluruh calon telah memenuhi standar syarat dan kompetensi yang ditentukan oleh senat, Fakultas Teknik akan tetap mendapatkan sosok pemimpin yang mampu membawa kemajuan bagi institusi.
Pemilihan dekan pada periode ini diharapkan mampu melahirkan nahkoda baru yang tanggap terhadap akselerasi perkembangan teknologi, mampu mendongkrak kualitas mutu pendidikan, memperluas riset penelitian dan pengabdian masyarakat, serta memperkuat posisi strategis Fakultas Teknik Untan di Kalimantan Barat.