Rab, 10/06/26 · 12.36.26
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Selatan

Tekan Inflasi Jelang Hari Besar, Pemprov Kalsel Gelar Gerakan Pangan Murah

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Rabu, 10 Juni 2026 · 18:192 menit baca
Tekan Inflasi Jelang Hari Besar, Pemprov Kalsel Gelar Gerakan Pangan Murah
DPKP Kalimantan Selatan menggelar Gerakan Pangan Murah di Banjarbaru guna menstabilkan harga beras, gula, dan minyak goreng bersubsidi jelang HBKN. (Dok. Adpim Kalsel)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kios Pangan DPKP Kalsel, Banjarbaru, Rabu (10/6/2026). Langkah intervensi pasar ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan serta mengendalikan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Dalam pelaksanaannya kali ini, DPKP Kalsel berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan guna memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pokok di bawah harga pasar.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, menjelaskan bahwa program pasar murah tersebut rutin digulirkan hampir setiap bulan sesuai arahan Gubernur Kalimantan Selatan untuk memitigasi dampak fluktuasi harga komoditas pokok di tingkat konsumen.

“Gerakan Pangan Murah ini kami lakukan secara rutin, hampir setiap bulan. Hari ini kami bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan untuk menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran,” ujar Syamsir Rahman.

Lepas 51 Lulusan, SLB-C Negeri Pembina Kalsel Fokus Garap Vokasi Internasional
Baca Juga

Lepas 51 Lulusan, SLB-C Negeri Pembina Kalsel Fokus Garap Vokasi Internasional

Pada operasi pasar kali ini, pemerintah menyalurkan setengah ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), setengah ton gula pasir, serta 1.000 liter minyak goreng. Selain tiga komoditas utama tersebut, disediakan pula pasokan pendukung seperti telur ayam, bawang merah, bawang putih, hingga produk pangan lokal berskala UMKM.

Subsidi Harga Komoditas dan Pembatasan Pembelian
Syamsir merincikan, sejumlah komoditas yang dijual telah mendapatkan subsidi dari anggaran pemerintah daerah. Beras SPHP yang biasanya dipasarkan seharga Rp59 ribu per kemasan diturunkan menjadi Rp55 ribu.

Selanjutnya, gula pasir yang di pasar retail mencapai Rp18.500 per kilogram dijual seharga Rp15 ribu per kilogram, sementara minyak goreng dipatok konstan pada harga Rp15 ribu per liter. Untuk komoditas bumbu dapur seperti bawang merah dan bawang putih, dijual dalam bentuk paket seharga Rp40 ribu dari harga normal Rp43 ribu. Sedangkan telur ayam ras dijual seharga Rp23 ribu per rak dari harga pasaran Rp25 ribu.

Sidang Korupsi HSU: Ketua KPU Mengaku Patungan Rp75 Juta untuk Hentikan Kasus Dana Hibah
Baca Juga

Sidang Korupsi HSU: Ketua KPU Mengaku Patungan Rp75 Juta untuk Hentikan Kasus Dana Hibah

Guna mengantisipasi aksi borong, pihak dinas menerapkan mekanisme pembatasan pembelian agar distribusi barang berlangsung merata kepada seluruh pengunjung yang hadir di lokasi.

“Kami ingin semua masyarakat bisa merasakan manfaat Gerakan Pangan Murah ini. Karena pada beberapa kegiatan sebelumnya masih ada warga yang tidak kebagian akibat tingginya antusiasme masyarakat,” katanya.

Kedepan, Pemprov Kalsel berkomitmen untuk menduplikasi dan memperluas jangkauan operasi pangan murah ini ke berbagai wilayah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan dengan menggandeng pemerintah daerah setempat.

“Ke depan kegiatan ini akan terus dilaksanakan di berbagai daerah agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat dan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi pangan,” pungkas Syamsir.

(Dayank Ana)