Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat IAIN Pontianak menggelar aksi refleksi September Hitam di Gazebo IAIN Pontianak, Kamis (24/9/26).
Aksi yang diisi dengan orasi, pembacaan puisi, dan lagu-lagu perjuangan tersebut digelar untuk merawat ingatan publik terhadap berbagai peristiwa pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus menyoroti krisis lingkungan dan sosial di Kalimantan Barat.
Aksi refleksi ini berlandaskan pada catatan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengenai serangkaian peristiwa kelam dalam sejarah Indonesia yang terjadi sepanjang bulan September, seperti tragedi Semanggi II (1999) dan pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib (2004).
Bagi GMNI IAIN Pontianak, peringatan sejarah tersebut harus terus ditautkan dengan kondisi riil masyarakat hari ini, terutama terkait krisis ekologi berupa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana kabut asap yang masih mengepung wilayah Kalimantan Barat.

