Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Hankam

Akhiri Ketergantungan Sewa, TNI AD Beli Helikopter Serang Mi-35M Rusia untuk Misi Papua

Roska Putra
Roska Putra
Senin, 28 September 2026 · 10:262 menit baca
Akhiri Ketergantungan Sewa, TNI AD Beli Helikopter Serang Mi-35M Rusia untuk Misi Papua
Dua helikopter serang Mi-35 milik TNI AD terbang beriringan di atas pangkalan udara. (Dok. Ist)

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membeberkan alasan TNI Angkatan Darat memboyong dua helikopter serang baru jenis Mi-35M buatan Rusia yang telah tiba di pangkalan Pusat Penerbang Angkatan Darat (Penerbad) Semarang, Rabu (23/9/2026).

Kehadiran helikopter ini sekaligus mengakhiri ketergantungan TNI AD yang selama puluhan tahun menyewa helikopter dari pihak luar negeri untuk mendukung pergerakan logistik dan personel.

“Helikopter Mi-35M adalah heli yang bisa membawa beban. Kalau dulu dibilangnya Kamov untuk di Papua. Jadi selama ini kita hanya bisa menyewa heli yang orang luar negeri punya. Sudah berpuluh tahun ya,” kata Maruli kepada wartawan di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Sabtu (19/9).

Maruli menjelaskan, fungsi operasional helikopter ini ditujukan untuk mendukung pergerakan personel, pasokan logistik, serta bantuan kemanusiaan bagi masyarakat di daerah terisolir, seperti Pegunungan Papua yang memiliki ketinggian di atas 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Tingkatkan Alutsista, TNI AD Terima Dua Helikopter Tempur Mi-35M Baru dari Rusia
Baca Juga

Tingkatkan Alutsista, TNI AD Terima Dua Helikopter Tempur Mi-35M Baru dari Rusia

“Sekarang kita punya heli yang bisa mengangkat beban secara spek bisa sampai 5 ton. Tapi kalau ketinggian, mungkin kita amannya 3 ton. Sehingga ini juga bisa sekalian mendukung personel kita, juga bisa membantu masyarakat. Selama ini masyarakat di pegunungan di Papua ini bantuan-bantuannya sulit, ya. Karena keterbatasan penerbangan. Nanti ke depan ini, operasional bulan 10 untuk membantu masyarakat,” kata Maruli.

Dua unit helikopter Mi-35M tersebut pertama kali terungkap ke publik pada awal September 2026 melalui foto yang beredar di media sosial.

Nantinya, kedua armada baru ini akan bergabung dengan lima unit Mi-35P yang telah memperkuat jajaran helikopter serang TNI AD sejak 2003.

Secara spesifikasi, Mi-35M yang dijuluki ‘Hind’ memiliki fleksibilitas taktis yang tinggi. Selain dibekali daya gempur di moncong dan sayapnya, helikopter ini mempertahankan ruang kabin lapang yang mampu mengangkut hingga delapan prajurit pasukan khusus atau digunakan untuk evakuasi medis darurat di medan geografis ekstrem.

Tiba di Perairan ALKI I, Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Perkuat Pertahanan Maritim Indonesia
Baca Juga

Tiba di Perairan ALKI I, Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Perkuat Pertahanan Maritim Indonesia

Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Sirait mengungkapkan bahwa pengadaan Mi-35M dilandasi oleh asas kesinambungan dari Rencana Strategis (Renstra) sebelumnya serta aspek kesamaan (commonality) dengan varian Mi-35P yang sudah ada.

“Dalam pengadaan tersebut juga terdapat skema offset yang diarahkan untuk memberikan manfaat bagi industri pertahanan dalam negeri, sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan kemandirian,” ungkap Rico.

Rico menegaskan, setiap keputusan belanja alutsista telah melalui kalkulasi komprehensif yang tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan operasional TNI, tetapi juga jaminan keberlanjutan logistik dan penguatan industri pertahanan domestik.

(Roska)