Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Headline

Mahakam Investment Forum 2026 Jaring Komitmen Investasi Rp54,6 Triliun

Hendrawan
Hendrawan
Senin, 26 Oktober 2026 · 09:121 menit baca
Mahakam Investment Forum 2026 Jaring Komitmen Investasi Rp54,6 Triliun
Mahakam Investment Forum 2026 di IKN berhasil menjaring komitmen investasi senilai Rp54,62 triliun melalui skema MoU dan LoI. (Dok. OIKN)

Gelaran Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 yang berlangsung di Ibu Kota Nusantara (IKN) mencatatkan komitmen investasi sebesar Rp54,62 triliun. Hasil kolaborasi Otorita IKN, Bank Indonesia (BI), dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tersebut berhasil mengamankan kesepakatan yang terbagi ke dalam empat Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) senilai Rp32,7 triliun serta 30 Surat Minat Investasi (Letter of Intent/LoI) dari 11 proyek strategis senilai Rp21,92 triliun.

Rincian komitmen serta potensi penopang utama ekonomi wilayah tersebut disampaikan oleh Kepala BI Perwakilan Balikpapan, Robi Ariadi.

“Sementara itu, dari sisi minat para pemodal, sektor kawasan industri (Industrial Estate) menjadi yang paling digandrungi investor dengan menyumbang 9 LoI,” ujar Robi, Jumat, (23/10/2026).

Langkah Otorita IKN dalam memangkas alur perizinan dan memberikan kemudahan insentif pajak ditegaskan oleh Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso.

Investasi Rp3,7 Triliun Masuk ke IKN, Sasar Hunian ASN hingga Kuliner
Baca Juga

Investasi Rp3,7 Triliun Masuk ke IKN, Sasar Hunian ASN hingga Kuliner

“Hari ini kita berdiskusi langkah nyata berinvestasi di IKN. Ini adalah komitmen kami untuk mendengarkan solusi sekaligus hambatan di setiap langkah investasi. Pembangunan Nusantara adalah bentuk sinergi nyata antara pemerintah dan swasta,” ulas Roi.

Kapasitas serta efisiensi pengurusan izin operasional di kawasan IKN turut diakui oleh Direktur Mayapada Hospital Nusantara, Farah Alkatiri, yang mencatat proses pembangunan hingga beroperasi penuh memakan waktu kurang dari satu tahun.

Daya tarik investasi kawasan juga memikat perhatian perwakilan diplomatik negara sahabat, salah satunya disampaikan oleh Duta Besar Belarusia untuk Indonesia, Raman Ramanouski.

“Belarusia tertarik untuk memperluas ekspansi bisnis di Kalimantan Timur, khususnya pada sektor rantai pasok pupuk potasium untuk menunjang pertanian daerah,” tutur Ramanouski.

Kepala OIKN Pastikan Karhutla di Kalimantan Timur Tidak Ganggu Pembangunan IKN
Baca Juga

Kepala OIKN Pastikan Karhutla di Kalimantan Timur Tidak Ganggu Pembangunan IKN

Apresiasi terhadap konsep pembangunan kawasan inti pemerintahan turut disampaikan oleh Duta Besar Bangladesh, Md. Abul Hasan Mridha.

“Pembangunan IKN berbasis green city menjadi acuan penting untuk kolaborasi pertukaran teknologi pembangunan tata kota berkelanjutan,” ujar Mridha mengakhiri penyampaiannya.

(Hendrawan)