Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali memperoleh suntikan modal senilai total Rp3,739 triliun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta investasi langsung swasta murni, Senin, (19/10/2026). Komitmen pembiayaan tersebut disahkan lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Rabu, (14/10/2026).
Porsi pendanaan terbesar dialokasikan untuk proyek hunian Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui konsorsium PT Nindya Karya dan PT Nindya Estate Management dengan nilai investasi Rp2,629 triliun. Konsorsium tersebut akan membangun 8 tower rumah susun (rusun) yang mencakup 288 unit sarusun seluas 190 meter persegi di atas lahan 6,84 hektare di Wilayah Perencanaan (WP) 1A KIPP.
Selain sektor perumahan, Otorita IKN memproses lima proyek swasta murni lintas sektor dengan total investasi Rp1,11 triliun. Realisasi ini mencakup pengembangan kawasan terpadu Grand Vista Nusantara oleh PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park senilai Rp1 triliun, industri peternakan ayam terintegrasi PT Berdikari sebesar Rp177 miliar, fasilitas olahraga dan komersial Teras Padu PT FYP Karya Perdana senilai Rp20 miliar, restoran kuliner Timur Tengah PT Laziz Nusantara Grup Rp10 miliar, hingga galeri mebel PT Java Teak Indo senilai Rp1,5 miliar.
Keterlibatan modal nonpemerintah dalam percepatan pembangunan ibu kota baru tersebut diuraikan oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.

