Rumah Sakit Mata (RSM) Ayani melakukan terobosan baru dalam pelayanan kesehatan dengan menggelar bakti sosial pemeriksaan mata juling dan Prolanis, Minggu (27/9/26).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini diikuti oleh 106 peserta dari berbagai kalangan usia dan latar belakang keluhan mata, sekaligus menjadi penanda peresmian fasilitas kesehatan tersebut.
Berbeda dengan kegiatan sosial medis pada umumnya yang didominasi penanganan katarak, RSM Ayani mengarahkan fokus pada penanganan mata juling (strabismus) serta pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang berusia di atas 40 tahun.
“Jadi dalam rangka peresmian Rumah Sakit Mata Ayani, kami melakukan bakti sosial yang tidak biasa. Karena biasanya baksos itu hanya untuk katarak atau sunat. Kami tidak. Kami saat ini memiliki alat pemeriksaan dan tindakan canggih hingga ke operasi retina,” tegas dokter spesialis RS Mata Ayani, Liesa Zulhidya.
Langkah ini diambil mengingat minimnya kesadaran dan ketersediaan tenaga medis khusus strabismus di wilayah Kalimantan Barat. Baksos mata juling ini merupakan yang pertama kalinya diadakan di Kalbar.
RSM Ayani sendiri didukung oleh dua dokter spesialis mata sub-spesialis juling.
Ke depannya, pihak rumah sakit telah merancang peta jalan penanganan lanjutan bagi para pasien.
“Harapannya pasien akan kami kumpulkan dan mencoba mencari dana CSR untuk melakukan operasi mata juling secara gratis. Doakan mudah-mudahan di tahun 2027 kami bisa merealisasikan baksos operasi juling ini,” ungkap Liesa.
Selain pemeriksaan mata juling, kegiatan ini juga memprioritaskan skrining bagi pasien Prolanis kelompok rentan yang sering kali tidak menyadari munculnya komplikasi mata akibat penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.
RSM Ayani memberikan layanan gratis mulai dari tes tajam penglihatan dasar, tensi darah, hingga gula darah.
“Jika pada saat pemeriksaan dasar kami menemukan kecurigaan adanya gangguan sampai di retina, kami akan langsung melakukan pemeriksaan retina secara lengkap melalui funduskopi dan OCT (Optical Coherence Tomography), semuanya kami foto secara gratis,” jelas Liesa.
Terkait aksesibilitas layanan ke depan, pihak rumah sakit menargetkan integrasi dengan BPJS Kesehatan sebagai prioritas utama setelah melalui tahapan administratif.
“Saat ini karena baru diresmikan, kami akan mulai dengan persiapan akreditasi. Setelah akreditasi rampung, baru kami layangkan surat kerja sama dengan BPJS,” terangnya.
Sebagai solusi sementara sembari menunggu proses akreditasi berjalan, masyarakat yang ingin berkonsultasi atau membutuhkan terapi awal diarahkan untuk menyambangi Klinik Spesialis Mata dan THT Ayani yang telah beroperasi lebih dulu.
(Hendrawan)