Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Angin Selatan Bawa Kiriman Asap Lintas Wilayah, Kualitas Udara Pontianak dan Kubu Raya Memburuk

Hendrawan
Hendrawan
Senin, 5 Oktober 2026 · 19:371 menit baca
Angin Selatan Bawa Kiriman Asap Lintas Wilayah, Kualitas Udara Pontianak dan Kubu Raya Memburuk
BPBD Kalbar ungkap angin selatan bawa kabut asap lintas wilayah ke Pontianak dan Kubu Raya; jarak pandang sempat 600 meter, OMC terus dimaksimalkan. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Pergerakan massa angin dari arah selatan menuju utara di kawasan ekuator memicu kembali memburuknya kualitas udara serta kemunculan kabut asap di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, Senin, (5/10/2026).

Fenomena pemadatan partikel asap tersebut sempat memangkas jarak pandang (visibility) hingga batas rawan dan mengganggu kelancaran jadwal penerbangan di Bandara Internasional Supadio pada pagi hari.

Berdasarkan instrumen pemantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang di wilayah Kabupaten Kubu Raya merosot tajam menyisakan 600 meter, sedangkan Kota Pontianak berada di kisaran 1,5 kilometer sebelum berangsur membaik di atas pukul 07.00 WIB.

Titik Panas Turun Signifikan, BPBD Kalbar Tetap Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla
Baca Juga

Titik Panas Turun Signifikan, BPBD Kalbar Tetap Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla

Penyebab akumulasi asap kiriman lintas daerah tersebut dipaparkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Provinsi Kalbar, Ridwan, di kantornya.

Faktor pergerakan sirkulasi udara regional diuraikan dalam keterangannya.

“Arah anginnya masih menuju ke Kalbar, atau tepatnya di wilayah Kota Pontianak. Sumbernya memang wilayah Kalbar sendiri masih ada yang terbakar, walaupun tidak besar, yaitu di wilayah Ketapang. Namun, hampir seluruh Kalimantan ini terbakar. Di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan juga mengalami kebakaran, dan arah anginnya kebetulan dari semua wilayah tersebut mengarah ke Provinsi Kalimantan Barat,” papar Ridwan, Senin, (5/10/2026).

Kondisi geografis Kota Pontianak yang dilintasi garis khatulistiwa memiliki kecepatan angin relatif lambat sehingga menyebabkan penumpukan kabut asap bertahan lebih lama di udara. Dinamika bentang alam dan pergerakan partikel atmosfer dijabarkan dalam penjelasannya.

Pemprov Kalbar Perpanjang Status Tanggap Darurat, Ketua DPRD Ketapang Sibuk Pertanyakan Alokasi Bantuan Pusat 40 Miliar
Baca Juga

Pemprov Kalbar Perpanjang Status Tanggap Darurat, Ketua DPRD Ketapang Sibuk Pertanyakan Alokasi Bantuan Pusat 40 Miliar

“Kami tidak menyatakan secara spesifik angin membawa asap ber-KTP daerah tertentu. Tapi data menunjukkan pergerakan angin berembus dari selatan ke utara. Khusus Kota Pontianak, karena berada di garis ekuator, pergerakan anginnya cenderung lambat sehingga pemadatan asap bertahan lebih lama,” jelasnya.

Guna mempercepat proses pembersihan udara, BPBD Kalbar terus menggencarkan misi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga akhir Oktober 2026 dengan memanfaatkan bibit awan potensial hasil analisis BMKG demi membasahi kawasan gambut.

(Hendrawan)