Sel, 21/07/26 · 02.15.13
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Antisipasi El Nino, Kementerian Kehutanan Patroli 24 Desa Rawan Karhutla Kalbar

Memei
Memei
Senin, 20 Juli 2026 · 17:042 menit baca
Antisipasi El Nino, Kementerian Kehutanan Patroli 24 Desa Rawan Karhutla Kalbar
Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kalimantan menggelar patroli terpadu pencegahan karhutla di 24 desa rawan Kalbar untuk mengantisipasi dampak El Nino. (Dok, Kementerian Kehutanan)

Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan Kementerian Kehutanan memulai operasi Patroli Terpadu Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Barat. Operasi preventif yang berlangsung mulai 20 Juli hingga 6 Agustus 2026 ini difokuskan pada 24 desa rawan guna memperkuat deteksi dini di tengah ancaman dampak El Nino 2026–2027.

Pelepasan tim patroli intensif dilakukan oleh Kepala Seksi Wilayah II Pontianak di Markas Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Kalimantan X/Ketapang pada Senin, 20 Juli 2026. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap penurunan curah hujan menjelang puncak musim kemarau.

Mobilisasi Tim Gabungan di Enam Kabupaten
Operasi pemantauan ini berbasis pada 8 posko utama yang tersebar di wilayah rawan karhutla prioritas Kalimantan Barat. Skema wilayah sasaran mencakup Kabupaten Ketapang (6 desa), Sambas (6 desa), Mempawah (3 desa), Kubu Raya (3 desa), Sintang (3 desa), dan Sekadau (3 desa).

Untuk memastikan efektivitas penegakan pencegahan di lapangan, setiap tim patroli diisi oleh 5 personel gabungan yang terdiri dari 2 anggota Manggala Agni, 1 personel TNI, 1 personel Polri, dan 1 perwakilan masyarakat setempat.

Kemarau El Nino Mengintai Gambut Kubu Raya, Pembakar Lahan Diancam Denda Rp15 Miliar
Baca Juga

Kemarau El Nino Mengintai Gambut Kubu Raya, Pembakar Lahan Diancam Denda Rp15 Miliar

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan Yudho Shekti Mustiko menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektoral menjadi kunci utama untuk menekan potensi bencana asap di tingkat regional.

“Pengendalian karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat. Kami berharap langkah ini dapat menekan risiko karhutla dan mewujudkan Kalimantan Barat yang bebas dari asap,” ujar Yudho Shekti Mustiko dalam keterangannya.

Fokus Observasi Lapangan dan Pembatasan Pembukaan Lahan
Selama operasi berlangsung, personel di lapangan diinstruksikan untuk melakukan pemetaan kerawanan, memeriksa ketersediaan sumber air, memantau kondisi vegetasi yang mengering, serta menguji kesiapan sarana pemadaman di tingkat desa.

Audiensi dengan Pertamina, Bupati Ketapang Fokuskan Pemenuhan BBM untuk Sektor Perikanan dan Kawasan 3T
Baca Juga

Audiensi dengan Pertamina, Bupati Ketapang Fokuskan Pemenuhan BBM untuk Sektor Perikanan dan Kawasan 3T

Otoritas kehutanan wilayah menekankan bahwa keberhasilan pencegahan di lapangan sangat bergantung pada kedisiplinan warga di sekitar kawasan hutan untuk tidak memicu titik api baru, terutama dalam aktivitas pembukaan lahan pertanian.

“Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif dalam pengendalian karhutla. Melalui Patroli Terpadu ini, kami ingin memperkuat kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan masyarakat agar setiap potensi karhutla dapat dideteksi dan ditangani sejak dini,” kata Kepala Seksi Wilayah II Pontianak menambahkan.

Kementerian Kehutanan memproyeksikan penguatan sinergi antara pemerintah pusat, aparat keamanan, sektor usaha, dan masyarakat ini mampu meminimalkan luasan area terbakar di Kalimantan Barat sepanjang sisa musim kemarau tahun ini.

(Memei)