Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan Kementerian Kehutanan memulai operasi Patroli Terpadu Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Barat. Operasi preventif yang berlangsung mulai 20 Juli hingga 6 Agustus 2026 ini difokuskan pada 24 desa rawan guna memperkuat deteksi dini di tengah ancaman dampak El Nino 2026–2027.
Pelepasan tim patroli intensif dilakukan oleh Kepala Seksi Wilayah II Pontianak di Markas Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Kalimantan X/Ketapang pada Senin, 20 Juli 2026. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap penurunan curah hujan menjelang puncak musim kemarau.
Mobilisasi Tim Gabungan di Enam Kabupaten
Operasi pemantauan ini berbasis pada 8 posko utama yang tersebar di wilayah rawan karhutla prioritas Kalimantan Barat. Skema wilayah sasaran mencakup Kabupaten Ketapang (6 desa), Sambas (6 desa), Mempawah (3 desa), Kubu Raya (3 desa), Sintang (3 desa), dan Sekadau (3 desa).
Untuk memastikan efektivitas penegakan pencegahan di lapangan, setiap tim patroli diisi oleh 5 personel gabungan yang terdiri dari 2 anggota Manggala Agni, 1 personel TNI, 1 personel Polri, dan 1 perwakilan masyarakat setempat.

