Jum, 28/08/26 · 06.08.32
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Kemarau dan Kabut Asap Melanda, Pemkot Pontianak Gelar Salat Istisqa di Mujahidin

Memei
Memei
Jumat, 28 Agustus 2026 · 12:072 menit baca
Kemarau dan Kabut Asap Melanda, Pemkot Pontianak Gelar Salat Istisqa di Mujahidin
Pemkot Pontianak gelar salat istisqa di Masjid Raya Mujahidin pada Sabtu (29/8) untuk mohon hujan di tengah kemarau panjang, karhutla, dan kabut asap. (Dok. Prokopim Pontianak)

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mengimbau umat Islam di Kota Pontianak mengikuti pelaksanaan salat istisqa dan doa bersama guna memohon turunnya hujan di tengah bencana kemarau serta memburuknya kualitas udara, Jumat, (28/8/2026).

Pelaksanaan salat minta hujan tersebut dijadwalkan berlangsung di halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak pada Sabtu, (29/8/2026) mulai pukul 07.00 WIB. Seruan pelaksanaan ibadah bersama tersebut disampaikan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

“Hari Sabtu, umat Islam kita imbau untuk melaksanakan salat istisqa. Jam 7 pagi di halaman Masjid Raya Mujahidin, kita bersama-sama berdoa meminta hujan,” ujarnya, Jumat, (28/8/2026).

Langkah spiritual tersebut diselaraskan dengan seruan bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalbar, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalbar, IAIN Pontianak, Kanwil Kemenag Kalbar, serta pengurus Masjid Raya Mujahidin Pontianak.

Imbas Asap Kalsel, Dua Penerbangan di Bandara Sepinggan Tertunda
Baca Juga

Imbas Asap Kalsel, Dua Penerbangan di Bandara Sepinggan Tertunda

Sinergi upaya teknis lapangan dan doa bersama diuraikan lebih lanjut dalam penjelasannya.

“Ini ikhtiar dari pemerintah, dari MUI, dari Dewan Masjid Indonesia. Kita tidak hanya berupaya di lapangan, tetapi juga meminta doa agar segera diturunkan hujan yang berkah,” katanya.

Selain kebakaran lahan gambut, potensi korsleting listrik pada bangunan permukiman dan pertokoan turut diwaspadai akibat paparan suhu panas ekstrem. Kewaspadaan instalasi kelistrikan dipaparkan dalam keterangannya.

“Saya mengimbau warga lebih waspada, terutama jaringan listrik. Kalau ditinggal, peralatan listrik harus dimatikan atau dicabut. Sebagian besar penyebabnya korsleting,” katanya.

Sungai Kapuas Asin, Pemkot Pontianak Desak Perbaikan Waduk Penepat Dipercepat
Baca Juga

Sungai Kapuas Asin, Pemkot Pontianak Desak Perbaikan Waduk Penepat Dipercepat

Larangan aktivitas pembakaran sampah maupun pembersihan lahan ditekankan guna mencegah munculnya titik api baru di kawasan gambut. Disiplin pencegahan karhutla ditegaskan dalam pemaparannya.

“Kita setiap hari sudah patroli dan sosialisasi. Tapi yang paling penting, masyarakat saling menjaga, jangan membakar sampah. Di lahan gambut, api kecil kalau tidak benar-benar padam bisa melebar,” tegasnya.

Sebagai langkah mitigasi dampak kabut asap, pembatasan kegiatan luar ruangan, kebijakan belajar daring di sekolah, kewajiban penggunaan masker, serta kesiapsiagaan fasilitas kesehatan telah diinstruksikan. Kesiagaan sarana pelayanan medis dipaparkan sebagai penutup keterangannya.

“Puskesmas dan rumah sakit sudah saya perintahkan siaga 24 jam, terutama layanan kesehatan bagi warga yang terdampak,” katanya.

Dukungan posko kesehatan dan layanan oksigen gratis turut disiagakan di kawasan PMI oleh Posko Segar Karang Taruna guna melayani masyarakat terdampak infeksi saluran pernapasan.

(Memei)