Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Perkuat Penanganan Karhutla, Mayawana Serahkan Pompa Pemadam ke DLHK Kalbar

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Rabu, 2 September 2026 · 16:322 menit baca
Perkuat Penanganan Karhutla, Mayawana Serahkan Pompa Pemadam ke DLHK Kalbar
PT Mayawana Persada serahkan sarana pemadam pompa air dan logistik medis ke DLHK Kalbar guna perkuat penanganan karhutla di wilayah rawan kebakaran. (Dok. Dayank Ana)

PT Mayawana Persada menyerahkan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Rabu, (2/9/2026).

Bantuan yang disalurkan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) tersebut terdiri atas enam set mesin pompa air, enam unit selang pemadam ukuran 1,5 inci x 20 meter, enam nozzle, serta 50 dus susu steril kaleng dan vitamin C untuk menunjang stamina tim pemadam lapangan.

Penyerahan sarana tersebut dilakukan menindaklanjuti imbauan Kementerian Kehutanan kepada korporasi pemegang izin konsesi agar aktif bergotong royong menangani krisis kebakaran hutan.

Pentingnya langkah kolektif lintas batas wilayah konsesi ditekankan oleh Direktur PT Mayawana Persada, Iwan Budiman.

Lahap 50 Hektare Lahan di Sengah Temila, Kapolres dan Bupati Landak Tinjau Titik Api
Baca Juga

Lahap 50 Hektare Lahan di Sengah Temila, Kapolres dan Bupati Landak Tinjau Titik Api

“Karhutla merupakan persoalan yang membutuhkan kesiapsiagaan dan kerja bersama. Ketika pemerintah mengajak para pemegang PBPH untuk bergotong royong memperkuat penanganan di lapangan, kami memandang hal tersebut sebagai tanggung jawab bersama yang perlu segera direspons. Dukungan peralatan ini kami harapkan dapat menambah kapasitas tim dalam melakukan penanganan secara cepat dan efektif ketika dibutuhkan,” ujar Iwan Budiman, Rabu, (2/9/2026).

Dukungan tersebut diapresiasi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, Adi Yani, yang sekaligus mengingatkan sektor perkebunan dan kehutanan lainnya untuk turut memobilisasi armada pemadam.

“Penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan kesiapsiagaan bersama, baik dalam pencegahan maupun penanganan di lapangan. Dukungan sarana dan prasarana dari PT Mayawana Persada ini tentu akan menambah kapasitas yang tersedia dan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat respons pengendalian karhutla di Kalimantan Barat. Dan tentunya melalui momentum ini, saya menghimbau para perusahaan PBPH dan perkebunan kelapa sawit untuk mengambil perannya dalam upaya pemadaman Karhutla,” ujar Adi Yani.

Keterpaduan pemanfaatan sumber daya lapangan antarinstansi ditegaskan kembali dalam paparannya.

Karhutla Lintang Batang Hanguskan Rumah Warga dan Nyaris Capai SPBU Trans Kalimantan
Baca Juga

Karhutla Lintang Batang Hanguskan Rumah Warga dan Nyaris Capai SPBU Trans Kalimantan

“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh sumber daya yang kita miliki dapat saling mendukung. Pemerintah, dunia usaha, KPH, masyarakat dan berbagai pihak di lapangan memiliki perannya masing-masing. Dengan koordinasi yang baik, upaya deteksi dini dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko meluasnya kebakaran dapat kita tekan bersama,” lanjutnya.

Dalam sistem proteksi internal di wilayah konsesi Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Mayawana menyiagakan 170 personel yang terbagi ke dalam tujuh regu inti dan regu pendukung di delapan posko, ditunjang pesawat nirawak VTOL, menara pantau, kamera pengawas, serta 74 titik kantong air (water point).

Fokus pada penguatan sistem mitigasi dan deteksi dini sebelum titik api meluas diuraikan kembali oleh manajemen perusahaan sebagai penutup keterangannya.

“Yang perlu terus kita bangun adalah kesiapan sebelum kejadian. Mulai dari pemantauan, ketersediaan personel dan peralatan, sumber air, hingga koordinasi ketika ditemukan titik api. Bantuan yang kami serahkan hari ini merupakan salah satu kontribusi Mayawana untuk memperkuat kesiapan bersama tersebut,” tutup Iwan Budiman.

(Dayank Ana)