Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Lahap 50 Hektare Lahan di Sengah Temila, Kapolres dan Bupati Landak Tinjau Titik Api

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Rabu, 2 September 2026 · 10:221 menit baca
Lahap 50 Hektare Lahan di Sengah Temila, Kapolres dan Bupati Landak Tinjau Titik Api
Kebakaran lahan seluas 50 hektare terjang perbukitan Dusun Pampang Sengah Temila, Kapolres dan Bupati Landak turun langsung pimpin pemadaman titik api. (Dok. Polres Landak)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan perbukitan Dusun Pampang, Desa Sidas, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, dengan estimasi luasan area terbakar mencapai sekitar 50 hektare, Selasa, (1/9/2026).

Menyikapi kebakaran yang mendekati kawasan permukiman warga tersebut, Kapolres Landak Devi Ariantari bersama Bupati Landak Karolin Margret Natasa, Dandim 1210/Landak, serta BPBD dan Manggala Agni turun langsung ke lokasi guna memimpin koordinasi pemadaman di medan perbukitan yang terjal. Kondisi luasan kebakaran serta peran aktif warga dalam proses pemadaman awal diungkapkan oleh Kapolres Landak, Devi Ariantari.

“Sementara diperkirakan 50 hektare. Masyarakat juga turun membantu. Kita banyak dibantu oleh masyarakat sejak tadi malam karena memang lokasi apinya dekat dengan perkampungan,” ujar Devi Ariantari, Selasa, (1/9/2026).

Hambatan geografis berupa kontur bukit yang curam serta minimnya sumber air di sekitar titik api menjadi kendala utama bagi tim gabungan dalam melokalisasi pergerakan kobaran api. Harapan percepatan pengendalian kebakaran melalui penambahan armada dan tenaga pemadam diutarakan dalam penjelasannya.

Titik Api Meluas, Pemkab Landak Bahas Usulan Status Tanggap Darurat Karhutla 14 Hari
Baca Juga

Titik Api Meluas, Pemkab Landak Bahas Usulan Status Tanggap Darurat Karhutla 14 Hari

“Kita berharap dengan dukungan tambahan peralatan dan personel, situasi kebakaran ini dapat lebih cepat terkendali dan tidak sampai meluas ke permukiman masyarakat,” ujarnya.

Langkah patroli dan pembasahan terus digencarkan aparat guna mengantisipasi bara api yang berpotensi menyala kembali akibat hembusan angin kencang di kawasan lahan kering. Imbauan pencegahan serta pentingnya deteksi dini oleh masyarakat lingkar hutan ditegaskan kembali sebagai penutup keterangannya.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama mencegah api meluas dan melindungi masyarakat serta lingkungan. Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api,” tegasnya.

(Rudi)