Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Jadi Ancaman Nonmiliter, Penanganan Karhutla Pontianak Dipelajari Perwira Dikreg Seskoal

Memei
Memei
Rabu, 2 September 2026 · 00:332 menit baca
Jadi Ancaman Nonmiliter, Penanganan Karhutla Pontianak Dipelajari Perwira Dikreg Seskoal
Tampil tanpa beban, pasangan ganda campuran Ikhsan/Salsabila sukses melaju ke babak utama Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100 usai raih dua kemenangan. (Dok. Prokopim Pontianak)

Sebanyak 112 perwira siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Angkatan ke-66 melaksanakan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) di Kota Pontianak guna mendalami strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bagian dari penguatan pertahanan negara, Selasa, (1/9/2026).

Strategi ketahanan perkotaan serta pengelolaan sumber daya daerah dalam memitigasi ancaman nonmiliter dipaparkan langsung oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

“Ketahanan kota bukan hanya soal kesiapan menghadapi bencana, tetapi bagaimana seluruh layanan dasar tetap berjalan, masyarakat terlindungi, dan pemerintah mampu merespons cepat setiap potensi gangguan,” ujarnya, Selasa, (1/9/2026).

Dampak multidimensi kabut asap yang melumpuhkan sektor pendidikan, perhubungan, rantai pasok logistik, hingga perekonomian daerah diuraikan lebih lanjut dalam penjelasannya.

Hamba dan Prakoso Lolos Kualifikasi Semi Final Setelah Lawan Malaysia Pontianak Indonesia Masters 2026
Baca Juga

Hamba dan Prakoso Lolos Kualifikasi Semi Final Setelah Lawan Malaysia Pontianak Indonesia Masters 2026

“Karhutla dan kabut asap ini dampaknya multisektor. Karena itu, responsnya juga harus lintas sektor, tidak bisa hanya mengandalkan satu perangkat daerah,” jelasnya.

Langkah mitigasi terpadu Pemerintah Kota Pontianak yang mencakup patroli kawasan rawan, sosialisasi larangan pembakaran, pemadaman lapangan, hingga pemulihan pascabencana turut ditegaskan dalam pemaparannya.

“Prinsipnya siap, responsif, dan pulih. Ketika ada ancaman, sistem kita harus sudah tahu siapa berbuat apa, sumber daya apa yang digerakkan, dan bagaimana masyarakat dilindungi,” ujarnya.

Walau Terhenti Marcella-Sarah Bangga Tampil Maksimal Di Pontianak Indonesia Masters 2026
Baca Juga

Walau Terhenti Marcella-Sarah Bangga Tampil Maksimal Di Pontianak Indonesia Masters 2026

Urgensi penugasan lapangan para perwira siswa dalam mengkaji korelasi stabilitas wilayah dan ketahanan nasional disampaikan oleh Perwira Pendamping Dikreg Seskoal 2026, Mardiyanto. Komposisi perwira gabungan yang terlibat dalam agenda strategis ini dirincikan secara terbuka.

“Tahun ini, peserta terdiri dari unsur darat, laut, udara, dan Polri,” katanya.

Perspektif pertahanan dalam memandang bencana kebakaran lahan sebagai ancaman terhadap kesiapan sumber daya nasional diuraikan dalam pemaparannya.

“Karhutla harus dilihat sebagai persoalan strategis. Tidak berhenti hanya pada pemadaman, tetapi juga pencegahan, deteksi dini, respons, pemulihan, perlindungan infrastruktur kritis, dan kesinambungan hubungan pertahanan,” katanya.

Kajian serta rekomendasi hasil studi lapangan perwira Seskoal ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas instansi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam mengantisipasi ancaman nonmiliter di masa mendatang.

(Memei)