Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan ekspansi proyek strategis dinilai kian meminggirkan ruang hidup masyarakat adat di Kalimantan Timur, Selasa, (1/9/2026).
Pemasangan patok batas kawasan tanpa proses sosialisasi di wilayah Pemaluan, Kecamatan Sepaku, disuarakan langsung oleh perwakilan Komunitas Adat Balik, Elisnawati.
“Wilayah masyarakat adat Balik kini menjadi bagian dari kawasan IKN. Wilayah tersebut telah lama dikelola menjadi ruang hidup kami. Namun, perampasan lahan terjadi tanpa sosialisasi atau pemberitahuan terlebih dahulu. Tiba-tiba muncul patok di dekat rumah, di bawah kolong rumah, bahkan di kebun-kebun masyarakat,” ujarnya, Senin, (31/8/2026).
Tuntutan pelibatan bermakna sejak tahap perencanaan pembangunan ditegaskan dalam keterangannya.

