Penurunan intensitas kegiatan konstruksi dan agenda dinas di Ibu Kota Nusantara (IKN) menekan tingkat keterisian kamar hotel di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, sepanjang paruh pertama tahun ini, Sabtu, (29/8/2026).
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Balikpapan mencatat kelesuan pasar perhotelan paling parah terjadi pada periode awal tahun seiring berkurangnya agenda kedinasan instansi pemerintah. Penyebab penurunan tamu hotel pada lima bulan pertama diuraikan oleh Ketua PHRI Balikpapan, Soegianto.
“Kondisi tersebut paling terasa pada Januari hingga Mei 2026 itu rata-rata tingkat okupansi hotel hanya berada di kisaran 30 persen. Ini mengingat kondisi penetapan anggaran, otomatis tamu-tamu dari pemerintahan kurang,” ujarnya, Sabtu, (29/8/2026).
Kondisi awal 2026 berbanding terbalik dengan lonjakan pasar perhotelan pada masa awal pembangunan fisik IKN dua tahun silam. Perbandingan tren okupansi pada masa pembangunan masif sebelumnya dipaparkan lebih lanjut dalam penjelasannya.
