Min, 30/08/26 · 16.51.05
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Bulu Tangkis

Kim dan Lee Asal Korea Berhasil Juara Utama Ganda Putri POLYTRON Pontianak International Challenge 2026

Hendrawan
Hendrawan
Minggu, 30 Agustus 2026 · 22:432 menit baca
Kim dan Lee Asal Korea Berhasil Juara Utama Ganda Putri POLYTRON Pontianak International Challenge 2026
Ganda putri Korea Selatan Kim Yu Jung/Lee Yu Lim sabet gelar juara Pontianak International Challenge 2026 usai menaklukkan wakil Taiwan dua gim langsung. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Pasangan ganda putri Korea Selatan, Kim Yu Jung/Lee Yu Lim, sukses menahbiskan diri sebagai Juara Utama ajang POLYTRON Pontianak International Challenge 2026. Berlaga pada partai puncak di Terpadu Stadium, Pontianak, Minggu (30/8/2026), duet Negeri Ginseng ini meredam perlawanan utusan Chinese Taipei, Tsai Ruo Lin/Wang Yi Zhen, lewat kemenangan mutlak dua match langsung dengan skor 21-5 dan 21-14 hanya dalam tempo 35 menit.

Gelar juara ini sekaligus mengakhiri penantian panjang Kim/Lee untuk kembali memijak podium tertinggi di kancah turnamen internasional. Sempat dihantui rasa gugup sebelum melangkah ke lapangan, dominasi sukses mereka tunjukkan sejak pukulan pertama bergulir.

Dalam sesi konferensi pers pasca laga, Kim Yu Jung secara terbuka mengakui adanya ketegangan tersendiri menatap laga final tersebut.

“Hari ini di turnamen internasional, sudah lama sejak kami masuk ke final lagi. Awalnya kami sedikit gugup dan penasaran akan seperti apa jalannya pertandingan nanti. Namun, semuanya berjalan lancar sesuai dengan yang kami inginkan, sehingga kami bisa memainkan pertandingan yang bagus dan berhasil meraih kemenangan,” ungkap Kim penuh kelegaan.

Wahyu-Pulung Sabet Gelar Juara Usai Tumbangkan Yeremia-Patra di POLYTRON Pontianak International Challenge 2026
Baca Juga

Wahyu-Pulung Sabet Gelar Juara Usai Tumbangkan Yeremia-Patra di POLYTRON Pontianak International Challenge 2026

Kemenangan telak atas Tsai/Wang sejatinya tidak diraih begitu saja tanpa kecerdasan taktik. Lee Yu Lim membedah rahasia di balik kesuksesan timnya melumpuhkan agresivitas ganda Taiwan yang dikenal memiliki pukulan bertenaga besar. Bukannya merespons permainan keras dengan adu kekuatan otot, Kim/Lee justru memilih pendekatan cerdik melalui disiplin pertahanan pukulan bawah (underhand) untuk merusak ritme lawan.

“Para pemain Taiwan itu memiliki tenaga yang sangat kuat. Jadi, kami pikir jika kami kalah tenaga dari mereka, permainannya akan menjadi sulit. Oleh karena itu, kami lebih memperhatikan pukulan-pukulan dari bawah, dan kami berusaha membangun serangan dengan baik sehingga kami bisa menyerang lebih dulu. Sepertinya itulah alasan kami bisa menang,” urai Lee membedah efektivitas strateginya.

Di sisi lain, adaptasi lapangan yang luar biasa turut menjadi katalisator performa impresif wakil Korea Selatan ini. Lee mengungkapkan bahwa kekhawatiran awal mereka terhadap embusan angin kencang di stadion tidak terbukti. Kondisi arena yang dinilai sangat ideal memungkinkan mereka mengeksekusi pola permainan khas dengan tingkat akurasi tinggi.

Comeback Dramatis Dejan Apriyani Tembus Final POLYTRON Pontianak International Challenge 2026
Baca Juga

Comeback Dramatis Dejan Apriyani Tembus Final POLYTRON Pontianak International Challenge 2026

“Awalnya, kami mengira lapangan pertandingan di Indonesia ini akan sangat berangin, jadi kami sudah bersiap-siap untuk hal itu. Tetapi ternyata anginnya tidak sekencang yang kami kira. Karena kami bisa bermain dengan gaya permainan yang biasa kami lakukan, hasilnya pun menjadi lebih baik,” tambah Lee mengapresiasi kondisi arena pertandingan.

Menatap agenda kejuaraan terdekat, yakni turnamen level BWF Tour Super 100 yang akan bergulir di arena yang sama pada pekan depan, raihan trofi ini menyuntikkan kepercayaan diri berlipat. Kim menilai jam terbang selama sepekan terakhir menjadi modal fundamental yang menguntungkan posisi mereka dibandingkan para kontestan lain.

“Pemain lain baru akan berpartisipasi di turnamen minggu depan, sementara kami sudah bertanding lebih dulu di sini. Jadi, saya pikir kami akan memiliki sedikit keuntungan dalam hal adaptasi lapangan. Kami harus memaksimalkan kemampuan terbaik kami agar bisa menampilkan pertandingan yang bagus nanti,” pungkas Kim Yu Jung menebar optimisme di kejuaraan berikutnya.

(Hendrawan)