Sen, 31/08/26 · 08.25.31
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nusantara

Fasilitas Medis IKN Berkembang, Kaltim Dituntut Mandiri Cetak Dokter Spesialis

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Minggu, 30 Agustus 2026 · 11:561 menit baca
Fasilitas Medis IKN Berkembang, Kaltim Dituntut Mandiri Cetak Dokter Spesialis
Fasilitas medis di IKN berkembang pesat, Rudy Mas’ud minta Kaltim mandiri cetak dokter spesialis lewat Gratispol dan cegah penumpukan dokter di kota. (Dok. Ist)

Pertumbuhan pesat fasilitas kesehatan modern di Ibu Kota Nusantara (IKN) menuntut Provinsi Kalimantan Timur untuk mandiri mencetak tenaga dokter spesialis dan menghentikan kebiasaan mendatangkan tenaga medis dari luar daerah, Minggu, (30/8/2026).

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa kehadiran rumah sakit canggih di kawasan ibu kota baru tidak boleh hanya dinikmati oleh masyarakat perkotaan, sementara wilayah pedalaman masih kekurangan tenaga dokter ahli.

Pentingnya peran IKN dalam mendongkrak mutu pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Benua Etam ditegaskan oleh Rudy Mas’ud saat menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kaltim di IKN.

“IKN harus menjadi momentum yang turut mengangkat kualitas kesehatan masyarakat Kalimantan Timur,” tegas Rudy Mas’ud, Minggu, (30/8/2026).

Integrasikan Rute Balikpapan-Nusantara, BPTD Kaltim Resmikan Titik Naik-Turun Bus IKN
Baca Juga

Integrasikan Rute Balikpapan-Nusantara, BPTD Kaltim Resmikan Titik Naik-Turun Bus IKN

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendorong IDI Wilayah Kaltim untuk memastikan distribusi tenaga medis tidak hanya menumpuk di Samarinda, Balikpapan, dan kawasan inti IKN, melainkan menjangkau faskes di daerah terpencil.

Kesiapan sistem kesehatan dalam merespons dinamika pertumbuhan wilayah ibu kota baru turut dipaparkan dalam agenda Rakerda Persakmi di lokasi yang sama.

“Era transformasi dan digital harus kita manfaatkan sebagai peluang untuk membangun sistem kesehatan yang modern, inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Realisasi Investasi IKN di Penajam Paser Utara Terjun Bebas Menjadi Rp501 Miliar
Baca Juga

Realisasi Investasi IKN di Penajam Paser Utara Terjun Bebas Menjadi Rp501 Miliar

Selain pemenuhan dokter dan fasilitas kuratif, penguatan langkah pencegahan penyakit sejak dini dinilai menjadi kunci utama agar sistem layanan kesehatan daerah tetap berdaya tahan. Urgensi pergeseran paradigma medis diuraikan lebih lanjut dalam keterangannya.

“Pendekatan promotif dan preventif harus diperkuat, dengan bergeser dari paradigma mengobati menjadi mencegah. Persakmi harus menjadi motor penggerak upaya ini,” tegas Rudy.

Kemitraan strategis organisasi profesi sebagai mitra analisis kebijakan pemerintah daerah disampaikan dalam arahannya.

“Persakmi bukan hanya organisasi profesi, tetapi dapat menjadi think tank, partner sekaligus agent of change dalam pembangunan kesehatan masyarakat,” katanya.

Guna mewujudkan kemandirian dokter spesialis dalam jangka panjang, Pemprov Kaltim mengoptimalkan beasiswa Gratispol Pendidikan hingga jenjang pascasarjana dan spesialis, yang diimbangi dengan perluasan pembiayaan layanan lewat Gratispol Kesehatan.

(Dayank Ana)