Sen, 31/08/26 · 07.03.15
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Habitat Terbakar Karhutla, Induk dan Anak Orangutan di Ketapang Dievakuasi ke TN Gunung Palung

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Senin, 31 Agustus 2026 · 12:142 menit baca
Habitat Terbakar Karhutla, Induk dan Anak Orangutan di Ketapang Dievakuasi ke TN Gunung Palung
BKSDA Kalbar dan YIARI lakukan evakuasi orangutan induk dan anak yang terjebak di kebun sawit Muara Pawan Ketapang akibat karhutla sebelum dilepasliarkan ke Tanagupa. (Dok. Yiari)

Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang, Balai Taman Nasional Gunung Palung (Tanagupa), dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) mengevakuasi sepasang induk dan anak orangutan yang terjebak di area perkebunan sawit PT SKM, Desa Mayak, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Jumat, (28/8/2026).

Penyelamatan terhadap satwa yang diberi nama Mama Yayuk dan Yayuk tersebut dilakukan setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merusak habitat alami serta memutus jalur jelajah satwa liar di kawasan tersebut.

Kekhawatiran mengenai masifnya frekuensi pergeseran satwa akibat kerusakan ekologis diuraikan oleh Ketua Umum YIARI, Silverius Oscar Unggul.

Terpapar Asap Karhutla, Orangutan Jantan Ditemukan Lemas di Kebun Warga Ketapang
Baca Juga

Terpapar Asap Karhutla, Orangutan Jantan Ditemukan Lemas di Kebun Warga Ketapang

“Enam orangutan diselamatkan dalam tiga pekan. Ini peringatan serius. Kebakaran membuat orangutan kehilangan makanan, tempat berlindung, dan jalur pergerakan. Evakuasi diperlukan untuk melindungi orangutan dan masyarakat, tetapi penyelesaian utamanya tetap mencegah kebakaran dan menjaga habitat,” ujar Silverius Oscar Unggul, Jumat, (28/8/2026).

Peningkatan status kesiapsiagaan personel dalam merespons konflik satwa dan ancaman karhutla dipaparkan oleh Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane.

“Saat ini Balai KSDA Kalbar dalam situasi siaga karhutla dan siaga rescue satwa liar. Setiap laporan dari masyarakat baik secara langsung maupun melalui call center tentang adanya satwa liar yang perlu dievakuasi, kami tindaklanjuti sesegera mungkin. Dihimbau kepada kita semua untuk bersama-sama bahu membahu mencegah terjadinya karhutla yang berdampak negatif kepada kualitas kehidupan manusia dan mahkluk hidup lainnya,” kata Murlan Dameria Pane.

Setelah menjalani pemeriksaan medis awal dan dipastikan dalam kondisi sehat tanpa luka terbuka, kedua satwa tersebut langsung dipindahkan menempuh perjalanan darat dan air selama lima jam menuju kawasan konservasi.

Tembus Lahan Terisolasi, Pasukan Gabungan TNI Gelar Pemetaan Karhutla di Kubu Raya
Baca Juga

Tembus Lahan Terisolasi, Pasukan Gabungan TNI Gelar Pemetaan Karhutla di Kubu Raya

Kesiapan daya dukung ekosistem dan ketersediaan pakan di lokasi translokasi ditegaskan oleh Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung, Prawono Meruanto.

“Pada kawasan Taman Nasional Gunung Palung, ini adalah translokasi ke dua selama Bulan Agustus 2026 dengan total 5 (lima) individu orangutan. Lokasi pelepasliaran ini telah dilakukan kajian dan dinilai aman dan layak. Hutan serta sumber pakannya memadai. Setelah dilepasliarkan, kedua orangutan akan tetap dilakukan pemantauan,” ujar Prawono Meruanto.

Aksi penyelamatan Mama Yayuk dan Yayuk ini menambah catatan translokasi di Kabupaten Ketapang sepanjang Agustus 2026, menyusul evakuasi satu orangutan jantan bernama Wak di Desa Kuala Tolak serta tiga individu lainnya, yakni Mama Yuni, Pura, dan Yuni di Desa Tanjungpura.

(Dayank Ana)