Sen, 31/08/26 · 06.00.25
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Terpapar Asap Karhutla, Orangutan Jantan Ditemukan Lemas di Kebun Warga Ketapang

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Senin, 31 Agustus 2026 · 11:462 menit baca
Terpapar Asap Karhutla, Orangutan Jantan Ditemukan Lemas di Kebun Warga Ketapang
BKSDA Kalbar dan YIARI evakuasi orangutan jantan di kebun sawit Matan Hilir Utara Ketapang yang ditemukan lemas dan alami hipoksia akibat asap karhutla. (Dok. YIARI)

Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) mengevakuasi seekor orangutan jantan dewasa yang ditemukan tidak sadarkan diri di area perkebunan sawit Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Minggu, (30/8/2026).

Satwa liar yang diberi nama Sampurna tersebut diduga mengalami gangguan pernapasan parah dan kekurangan oksigen (hipoksia) akibat kepungan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pekat yang melanda habitat aslinya selama beberapa hari terakhir.

Kronologi temuan satwa di area perkebunan warga diuraikan oleh staf SKW I Ketapang BKSDA Kalbar, Sarbandi.

“Pagi tadi kami menerima informasi dari masyarakat mengenai keberadaan orangutan di sekitar perkebunan. Kami langsung melakukan pengecekan ke lapangan dan menemukan orangutan tersebut dalam kondisi lemas. Diduga, akibat kebakaran hutan dan lahan, orangutan bergeser dari habitatnya dan kemudian berada di area perkebunan,” ujarnya, Minggu, (30/8/2026).

Habitat Terbakar Karhutla, Induk dan Anak Orangutan di Ketapang Dievakuasi ke TN Gunung Palung
Baca Juga

Habitat Terbakar Karhutla, Induk dan Anak Orangutan di Ketapang Dievakuasi ke TN Gunung Palung

Guna mengamankan proses penyelamatan dan menstabilkan kondisi fisiknya, tim medis satwa melakukan pembiusan serta memasang alat bantu pernapasan dan cairan infus di lokasi temuan sebelum membawa orangutan ke Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi di Sungai Awan Kiri.

Dampak klinis partikel asap pekat terhadap fungsi organ dalam dan pernapasan primata dipaparkan oleh dokter hewan YIARI, Komara.

“Asap karhutla mengandung berbagai partikel dan zat yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu fungsi paru-paru. Pada kondisi paparan yang berat, terutama ketika asap sangat pekat dan berlangsung selama beberapa hari, satwa dapat mengalami gangguan pernapasan dan kekurangan oksigen atau hipoksia. Kondisi Sampurna saat ditemukan mengarah pada dugaan tersebut, tetapi kami masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui sejauh mana dampaknya terhadap kondisi kesehatannya,” ujar Komara.

Tembus Lahan Terisolasi, Pasukan Gabungan TNI Gelar Pemetaan Karhutla di Kubu Raya
Baca Juga

Tembus Lahan Terisolasi, Pasukan Gabungan TNI Gelar Pemetaan Karhutla di Kubu Raya

Evakuasi ini menambah catatan penyelamatan menjadi tujuh individu orangutan yang berhasil diselamatkan dari ancaman karhutla di wilayah Kabupaten Ketapang sepanjang Agustus 2026.

Tingginya eskalasi ancaman karhutla terhadap keberlangsungan satwa dilindungi ditegaskan oleh Direktur Operasional YIARI, Argitoe Ranting.

“Tim medis dan tim penyelamatan YIARI kami siagakan selama 24 jam untuk merespons laporan dan melakukan tindakan penyelamatan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Kasus Sampurna menunjukkan bahwa dampak karhutla terhadap satwa liar tidak selalu terlihat dalam bentuk luka bakar. Paparan asap juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius, sehingga setiap laporan mengenai satwa yang ditemukan dalam kondisi lemah atau tidak normal perlu segera ditindaklanjuti,” ujar Argitoe.

(Dayank Ana)