Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nusantara

Percepat Pembangunan 2027, Otorita IKN Ajukan Tambahan Anggaran Rp 15,8 Triliun

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Rabu, 2 September 2026 · 08:311 menit baca
Percepat Pembangunan 2027, Otorita IKN Ajukan Tambahan Anggaran Rp 15,8 Triliun
Otorita IKN usulkan tambahan anggaran Rp 15,8 triliun untuk tahun 2027 di DPR guna menutupi kekurangan pagu indikatif dan tuntaskan proyek Batch II serta III. (Dok. OIKN)

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengusulkan penambahan alokasi anggaran sebesar Rp 15,8 triliun untuk tahun anggaran 2027 guna memacu pembangunan fisik serta pengelolaan kawasan ibu kota baru, Selasa, (1/9/2026).

Usulan tersebut diajukan menyusul minimnya pagu indikatif yang dialokasikan pemerintah pusat, yakni baru menyentuh angka Rp 6,7 triliun dari total estimasi kebutuhan riil yang mencapai Rp 22,5 triliun.

Rincian defisit anggaran pembiayaan pembangunan kawasan dipaparkan secara langsung oleh Sekretaris Jenderal Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan.

“Dari total kebutuhan anggaran Otorita IKN tahun anggaran 2027 sebesar Rp 22,5 triliun, yang dialokasikan dalam pagu indikatif baru Rp 6,7 triliun. Sehingga masih terdapat kekurangan kebutuhan anggaran sebesar Rp 15,8 triliun,” ujar Bimo Adi Nursanthyasto, Selasa, (1/9/2026).

Realisasi Investasi IKN di Penajam Paser Utara Terjun Bebas Menjadi Rp501 Miliar
Baca Juga

Realisasi Investasi IKN di Penajam Paser Utara Terjun Bebas Menjadi Rp501 Miliar

Kekurangan dana tersebut dialokasikan untuk membiayai dua tahapan utama, yakni pemenuhan pembangunan proyek Batch II sebesar Rp 7,22 triliun dan proyek Batch III sebesar Rp 8,57 triliun dengan skema kontrak tahun jamak (multiyears).

Kebutuhan penuntasan proyek Batch II periode 2025–2027 yang menelan total dana Rp 20 triliun diterangkan lebih lanjut dalam laporannya.

“Sehingga untuk mencapai target penyelesaian di tahun 2027, Otorita IKN mengusulkan tambahan anggaran pembangunan Batch ke-2 sebesar Rp 7,22 triliun,” kata Bimo.

Tak Jadi Dua Digit, Gaji Manajer Kopdes Ternyata Sesuai UMP
Baca Juga

Tak Jadi Dua Digit, Gaji Manajer Kopdes Ternyata Sesuai UMP

Sementara itu, pembangunan Batch III periode 2026–2028 dengan total anggaran Rp 17,2 triliun difokuskan pada penyediaan hunian pimpinan, anggota, dan sekretariat lembaga legislatif serta yudikatif beserta ekosistem fasilitas pendukungnya.

Kewajiban pemenuhan belanja modal guna menjamin keberlanjutan fungsi fasilitas publik dan konektivitas dasar ditegaskan sebagai penutup pemaparannya.

“Seluruh kebutuhan tambahan tersebut digunakan untuk percepatan dan pemenuhan infrastruktur,” tutur Bimo.

(Rudi)