Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Potensi Hujan Meningkat, Kepala BNPB Tambah Armada Modifikasi Cuaca di Kalbar

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Minggu, 6 September 2026 · 11:372 menit baca
Potensi Hujan Meningkat, Kepala BNPB Tambah Armada Modifikasi Cuaca di Kalbar
Kepala BNPB Suharyanto tambah armada pesawat modifikasi cuaca di Kalbar untuk manfaatkan potensi hujan alami BMKG dan basahi bara karhutla gambut. (Dok. BNPB)

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menginstruksikan penambahan satu unit pesawat guna memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Sabtu, (5/9/2026).

Keputusan penguatan armada udara tersebut disampaikan dalam pengarahan di Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya, guna mengoptimalkan bibit awan hujan alami yang diprediksi BMKG mulai terbentuk pada 6 hingga 9 September 2026.

Pemanfaatan peluang hujan alami untuk memperbesar volume debit air di atas lahan gambut yang terbakar dipaparkan secara langsung oleh Suharyanto.

“BMKG menginformasikan tanggal 6, 7, 8 dan 9 september itu ada potensi hujan alami. Nah hujan alami ini tentu saja kita akan perkuat dengan OMC, sehingga debit air yang turun itu dengan diperkuat OMC, bisa tambah deras,” ucap Suharyanto, Sabtu, (5/9/2026).

Imbas Karhutla Kalimantan Malaysia Tetapkan Status Darurat Asap di Serian Sarawak
Baca Juga

Imbas Karhutla Kalimantan Malaysia Tetapkan Status Darurat Asap di Serian Sarawak

Pengerahan armada udara tambahan tersebut dipastikan melengkapi dua pesawat yang sudah beroperasi sebelumnya di bawah kendali TNI AU dan BNPB. Penambahan armada penyemai garam udara tersebut diuraikan lebih lanjut dalam keterangannya.

“Kita juga tambah satu pesawat, hari ini ada dua satu dari TNI-AU dan satu BNPB. Satu lagi nanti datang,” imbuhnya.

Intervensi hujan buatan diposisikan sebagai langkah utama guna menuntaskan titik api di kedalaman lahan gambut Kalimantan Barat yang sulit dipadamkan lewat jalur darat biasa.

Kerahkan Helikopter Karakal, Operasi Pengeboman Air Sasar Lima Titik Rawan Karhutla IKN
Baca Juga

Kerahkan Helikopter Karakal, Operasi Pengeboman Air Sasar Lima Titik Rawan Karhutla IKN

Urgensi guyuran hujan dalam mematikan bara api di bawah permukaan tanah gambut ditegaskan kembali dalam penjelasannya.

“Mudah-mudahan dengan tiga pesawat OMC ini bisa membantu operasi pemadaman, karena yang lebih efektif itu hujan,” tutur Suharyanto.

Karakteristik tanah gambut yang menyimpan bara api di lapisan bawah dinilai menuntut pembasahan secara masif dan berulang kali. Perbedaan penanganan kebakaran pada struktur tanah mineral dan lahan gambut turut dibedah dalam paparannya.

“Karena kebakaran di lahan gambut, yang mengakibatkan kita bekerja keras. Jika kebakaran di lahan mineral, begitu dipadamkan ya sudah padam. Tetapi lahan gambut tidak, harus disirami secara terus menerus, oleh karena itu hujan sangat efektif untuk memadamkan,” tegasnya.

Peningkatan frekuensi terbang penyemaian awan diinstruksikan berjalan sepanjang waktu apabila syarat pembentukan awan terpenuhi. Instruksi siaga terbang penuh dengan tetap mempertimbangkan batas keselamatan awak pesawat ditegaskan kepada seluruh tim teknis.

“Jika perlu lakukan penyemaian selama 24 jam, ketika ada potensi, pesawat langsung diterbangkan, tentunya juga mempertimbangkan keselamatan tim yang bertugas,” ujar Suharyanto.

ISPU Tembus 308 Udara Pontianak Kategori Berbahaya Meski Semalam Diguyur Hujan
Baca Juga

ISPU Tembus 308 Udara Pontianak Kategori Berbahaya Meski Semalam Diguyur Hujan

Usai memimpin koordinasi penerbangan di Lanud Supadio, pimpinan BNPB tersebut meninjau langsung operasi pemadaman satgas darat di Desa Rasau Jaya 3, Kecamatan Rasau Jaya, seraya memastikan pasokan logistik, pasokan cairan khusus pemadam, dan peralatan regu darat terpenuhi.

(Rudi)