Guyuran hujan yang sempat membasahi sebagian wilayah Kalimantan Barat pada Jumat malam nyatanya bukan jaminan langit kembali bersih. Menjelang siang pada akhir pekan ini, warga Pontianak justru kembali dikepung oleh kualitas udara yang sangat beracun akibat sisa residu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan pantauan aplikasi ISPUnet pada Sabtu (5/9/2026) pukul 10.00 WIB, kualitas udara di stasiun Pontianak Tenggara resmi menyentuh status tertinggi, yakni “Berbahaya”.
Merujuk pada data presisi dalam WhatsApp Image 2026-09-05 at 11.24.09.jpeg, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di wilayah tersebut meroket hingga angka 308. Angka ini didominasi oleh tingginya konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 yang menjadi parameter kritis. Di saat yang sama, parameter PM10 juga terpantau tinggi di angka 284, yang masuk dalam kategori “Sangat Tidak Sehat”.


