Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Seleksi Transparan Perumda Tirta Khatulistiwa Saring Ribuan Pelamar di Dua Lokasi

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 3 Oktober 2026 · 14:122 menit baca
Seleksi Transparan Perumda Tirta Khatulistiwa Saring Ribuan Pelamar di Dua Lokasi
Sebanyak 850 pelamar ikuti tes seleksi pegawai PDAM di Fakultas Teknik dan UPT Bahasa; panitia terapkan sistem penilaian real-time demi jamin transparansi. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Sebanyak 850 dari total 1.600 pelamar bersaing ketat mengikuti tahapan tes rekrutmen pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang dipusatkan di Fakultas Teknik dan UPT Bahasa pada 3 hingga 4 Oktober 2026. Rangkaian seleksi besar-besaran ini diklaim menjadi titik balik dan pembuktian transparansi perusahaan daerah dalam menjaring sumber daya manusia yang berkualitas tanpa intervensi.

Penanggung Jawab (PIC) Rekrutmen, Dodi Triasmara, menegaskan bahwa perombakan sistem penjaringan ini merupakan komitmen utama perusahaan. Seleksi ini tidak hanya bertujuan mencari kandidat berpotensi untuk melayani masyarakat, tetapi juga secara kritis mematahkan stigma proses rekrutmen tertutup yang kerap membayangi perusahaan daerah.

“Memberikan gambaran bahwa sekarang prosesnya sudah jauh lebih transparan dan lebih terstruktur sebagai bentuk perbaikan ke arah proses rekrutmen karyawan. Sehingga memberikan gambaran bahwa karyawan di sini punya kualitas yang baik dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Dodi saat ditemui di lokasi pelaksanaan tes, Fakultas Teknik, Sabtu (3/10/2026).

Dodi memaparkan, persaingan menempati berbagai posisi di PDAM berjalan sangat kompetitif. Dari 1.600 aplikasi lamaran, panitia melakukan pembersihan berkas hingga menyisakan 1.080 pelamar. Akibat keterbatasan daya tampung di Fakultas Teknik dan UPT Bahasa, sebanyak 850 peserta yang berhak mengikuti tes wawasan, pengetahuan, dan psikotes dasar akhir pekan ini harus dibagi ke dalam beberapa periode pelaksanaan.

Lepas 24 ASN Purna Tugas, Pemkot Pontianak Dorong Regenerasi Aparatur
Baca Juga

Lepas 24 ASN Purna Tugas, Pemkot Pontianak Dorong Regenerasi Aparatur

Terkait objektivitas penempatan posisi, Dodi menjamin independensi tim penyeleksi. Proses penyaringan dirancang berlapis, mulai dari uji potensi akademik, perilaku, hingga wawancara akhir, sebelum hasilnya diserahkan kepada pihak perusahaan. 

“Kalau penempatannya, kami tidak terlibat di proses itu. Kami hanya memberikan rekomendasi siapa-siapa saja yang kemudian nanti bisa menempati di posisi tersebut,” paparnya.

Klaim transparansi yang digaungkan penyelenggara nyatanya langsung dibuktikan di lapangan. Keterbukaan sistem terlihat dari hasil ujian evaluasi yang secara seketika (real-time) dapat diketahui oleh pelamar. Eko Hidayanto (27), pelamar kategori berpengalaman, memvalidasi akuntabilitas sistem seleksi tersebut usai merampungkan ujiannya di Fakultas Teknik.

Imbas Kemarau Panjang, Pemkot Pontianak Siapkan Sumber Air Baku Baru dan Operasikan Lima Pompa
Baca Juga

Imbas Kemarau Panjang, Pemkot Pontianak Siapkan Sumber Air Baku Baru dan Operasikan Lima Pompa

“Tadi saya baru saja melakukan psikotes, tes psikologi. Nilainya langsung keluar, 99 dari 100 soal,” ungkap Eko.

Pelamar yang memasukkan berkas pada periode 3-7 September ini menilai tahapan pendaftaran berjalan efisien, meski sempat menyita waktu saat pengurusan birokrasi Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) dan cek kesehatan telinga.

Sebagai catatan menarik, rekrutmen kali ini tidak sekadar kaku pada parameter akademis, melainkan turut membuka ruang bagi keahlian non-konvensional. Menghadapi tahap selanjutnya, Eko mengaku harus menyusun strategi berlapis untuk menghadapi penyeleksi. 

“Kalau lolos sih, tentunya wawancara. Wawancara itu kan agak sulit ya untuk menjawab pertanyaan dari HRD. Terus juga saya ada jalur tahfiz, jadi saya mungkin persiapan hafalan lagi,” pungkasnya.

(Hendrawan)