Sebanyak 850 dari total 1.600 pelamar bersaing ketat mengikuti tahapan tes rekrutmen pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang dipusatkan di Fakultas Teknik dan UPT Bahasa pada 3 hingga 4 Oktober 2026. Rangkaian seleksi besar-besaran ini diklaim menjadi titik balik dan pembuktian transparansi perusahaan daerah dalam menjaring sumber daya manusia yang berkualitas tanpa intervensi.
Penanggung Jawab (PIC) Rekrutmen, Dodi Triasmara, menegaskan bahwa perombakan sistem penjaringan ini merupakan komitmen utama perusahaan. Seleksi ini tidak hanya bertujuan mencari kandidat berpotensi untuk melayani masyarakat, tetapi juga secara kritis mematahkan stigma proses rekrutmen tertutup yang kerap membayangi perusahaan daerah.
“Memberikan gambaran bahwa sekarang prosesnya sudah jauh lebih transparan dan lebih terstruktur sebagai bentuk perbaikan ke arah proses rekrutmen karyawan. Sehingga memberikan gambaran bahwa karyawan di sini punya kualitas yang baik dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Dodi saat ditemui di lokasi pelaksanaan tes, Fakultas Teknik, Sabtu (3/10/2026).
Dodi memaparkan, persaingan menempati berbagai posisi di PDAM berjalan sangat kompetitif. Dari 1.600 aplikasi lamaran, panitia melakukan pembersihan berkas hingga menyisakan 1.080 pelamar. Akibat keterbatasan daya tampung di Fakultas Teknik dan UPT Bahasa, sebanyak 850 peserta yang berhak mengikuti tes wawasan, pengetahuan, dan psikotes dasar akhir pekan ini harus dibagi ke dalam beberapa periode pelaksanaan.


