Sel, 21/07/26 · 03.43.15
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Warga Pontianak Padati Nobar Piala Dunia 2026 di Kantor Gubernur Kalbar

Hendrawan
Hendrawan
Senin, 20 Juli 2026 · 08:562 menit baca
Warga Pontianak Padati Nobar Piala Dunia 2026 di Kantor Gubernur Kalbar
Ribuan warga Pontianak memadati Halaman Kantor Gubernur Kalbar untuk nobar Final Piala Dunia 2026. Spanyol keluar sebagai juara usai tekuk Argentina 1-0. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Euforia Final Piala Dunia 2026 menggema hingga ke Bumi Khatulistiwa. Ribuan warga tumpah ruah memadati Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat pada Senin, (20/7/2026) dini hari WIB untuk menyaksikan laga pamungkas antara Spanyol dan Argentina dalam gelaran nonton bareng (nobar).

Acara nonton bareng ini diintegrasikan dengan aktivitas publik yang meriah, mulai dari alunan musik hiburan, pengundian hadiah hiburan (doorprize), hingga deretan lapak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang menghidupkan sektor ekonomi informal setempat.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, yang hadir didampingi Erlina Norsan, membaur bersama masyarakat untuk menyaksikan lahirnya kampiun baru sepak bola dunia di layar raksasa.

Analisis Taktis dan Implikasi Prestasi Daerah
Di atas lapangan hijau New York New Jersey Stadium, Spanyol sukses memastikan gelar juara dunia setelah menundukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 melalui babak perpanjangan waktu. Dinamika pertandingan berjalan alot, ditandai rapatnya pertahanan skuad La Albiceleste hingga keluarnya kartu merah untuk Enzo Fernandez.

Ribuan Warga Kalbar Nobar Final Piala Dunia 2026 di Halaman Kantor Gubernur
Baca Juga

Ribuan Warga Kalbar Nobar Final Piala Dunia 2026 di Halaman Kantor Gubernur

Menanggapi hasil pertandingan tersebut, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memberikan pandangannya terkait performa impresif skuad asuhan Luis de la Fuente. Ia menilai dominasi Spanyol dalam membongkar pertahanan rapat lawan merupakan hasil dari soliditas tim serta taktik yang terstruktur dengan baik. Momentum ini diharapkan menjadi dorongan prestasi bagi daerah.

“Prestasi Spanyol membuktikan bahwa keberhasilan tidak diraih secara instan. Dibutuhkan proses panjang, dedikasi, dan kerja sama yang kuat. Semoga semangat itu juga menjadi motivasi bagi kita untuk terus membangun prestasi olahraga di Kalimantan Barat,” ujar Ria Norsan mengapresiasi daya juang armada La Roja di sela-sela acara.

Dikotomi Respons dan Kekecewaan Suporter Lapangan


Bagi barisan pendukung Spanyol di Pontianak, kemenangan dramatis ini menjadi penutup turnamen yang dinantikan. Hambali, seorang suporter asal Kayong Utara, menyatakan kepuasannya atas raihan trofi tersebut.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Gol Ferran Torres Bungkam Argentina Di Babak Tambahan
Baca Juga

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Gol Ferran Torres Bungkam Argentina Di Babak Tambahan

“Pertandingan final kali ini lumayan seru, tetapi memang Argentina mainnya terlalu bertahan. Kemenangan ini sangat sesuai dengan harapan saya sebagai fans Spanyol untuk bisa meraih bintang kedua, walaupun sebelumnya saya menebak skor 2-1,” tutur Hambali.

Sebaliknya, kekecewaan mendalam dirasakan oleh kubu pendukung Argentina akibat performa defensif dan hilangnya dominasi permainan. Igun, salah satu pendukung Argentina, melontarkan kritik keras terhadap taktik tim, termasuk peran kapten Lionel Messi yang dinilai terpaksa turun terlalu dalam membantu lini belakang.

“Saya tidak puas. Argentina terlalu bertahan. Saat Enzo Fernandez keluar, habislah sudah harapan untuk Argentina. Messi tidak sesuai harapan karena ia terlalu banyak membantu pertahanan. Yang jelas, tidak ada permainan indah dari Argentina hari ini. Tidak aman, semuanya habis, kalah,” ujar Igun.

Perhelatan nonton bareng di Halaman Kantor Gubernur Kalbar ini pun berakhir secara tertib, merekam dua sisi emosional olahraga antara euforia pemenang dan evaluasi kritis dari pihak yang kalah.

(Hendrawan)