Sel, 21/07/26 · 14.52.17
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Selatan

Kabut Asap Karhutla Lumpuhkan Banjarbaru: Kualitas Udara Tembus Level Berbahaya, 6 Penerbangan Tertunda

Hendrawan
Hendrawan
Selasa, 21 Juli 2026 · 15:332 menit baca
Kabut Asap Karhutla Lumpuhkan Banjarbaru: Kualitas Udara Tembus Level Berbahaya, 6 Penerbangan Tertunda
Karhutla di Banjarbaru buat kualitas udara tembus level Berbahaya (PM2.5 capai 497 µg/m³) dan akibatkan 6 penerbangan di Bandara Syamsudin Noor tertunda. (Dok. Ist)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, memicu krisis kualitas udara ekstrem hingga mengganggu lalu lintas penerbangan pada Senin, (20/7/2026) .

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi konsentrasi polutan di kawasan tersebut sempat menembus level “Berbahaya” (zona hitam). Kondisi ini bertepatan dengan tertundanya enam jadwal penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor akibat jarak pandang di bawah satu kilometer.

Peningkatan pencemaran udara akibat serbuan kabut asap terjadi sangat cepat pada pagi hari. Berdasarkan data BMKG Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan, konsentrasi partikel terdegradasi tajam dari ambang batas aman menjadi ancaman kesehatan serius hanya dalam hitungan jam.

Ketua Pokja Pengelolaan Data dan Informasi Staklim Kalsel Wiji Cahyadi menjelaskan bahwa konsentrasi Particulate Matter (PM2.5) pada pukul 00.00 hingga 05.00 WITA mulanya berada di kategori baik hingga sedang. Namun, penurunan kualitas udara secara drastis terjadi saat aktivitas masyarakat mulai meningkat.

Tujuh Jam Geledah Dinkes Banjar, Kejari Sita 48 Dokumen dan Bukti Elektronik
Baca Juga

Tujuh Jam Geledah Dinkes Banjar, Kejari Sita 48 Dokumen dan Bukti Elektronik

“Lonjakan signifikan terjadi pada pagi hari. Pukul 06.00 WITA, kualitas udara mulai masuk kategori tidak sehat atau zona kuning. Puncaknya terjadi pada pukul 07.00 WITA, dimana grafik menembus zona hitam dengan status Berbahaya,” terang Wiji Cahyadi saat dikonfirmasi, Selasa, (21/7/2026).

Pada titik puncak tersebut, angka konsentrasi PM2.5 melonjak mendekati batas ekstrem, yakni menyentuh 497 mikrogram per meter kubik. Kondisi ini dipicu oleh akumulasi kabut asap pekat karhutla yang mengepung kawasan Banjarbaru dan sekitarnya.

“Dikarenakan kabut asap yang cukup tebal di daerah sekitar Banjarbaru, terutama pada jam 07.00 WITA,” lanjut Wiji.

Meskipun konsentrasi polutan perlahan menyusut ke zona merah (Sangat Tidak Sehat) pada pukul 08.00 WITA dan kembali normal menjelang siang hari (pukul 10.00–11.00 WITA), paparan asap pekat pada jam-jam sibuk pagi hari berdampak langsung pada sektor transportasi.

Putusan Sengketa Hak Waris Tanpa Sidang Pembuktian Dipertanyakan, PA Banjarmasin Buka Suara
Baca Juga

Putusan Sengketa Hak Waris Tanpa Sidang Pembuktian Dipertanyakan, PA Banjarmasin Buka Suara

Pihak otoritas bandara mencatat setidaknya enam penerbangan domestik dari Banjarmasin menuju beberapa destinasi sempat tertunda (delayed). Kabut asap tebal yang menyelimuti landasan pacu memangkas jarak pandang mendatar hingga di bawah ambang batas aman penerbangan.

Eskalasi karhutla di wilayah Ibu Kota Provinsi Kalsel ini menjadi sinyal teror musiman yang tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat perkotaan, tetapi juga menekan stabilitas operasional logistik dan mobilitas udara daerah.

(Hendrawan)