Jum, 28/08/26 · 07.20.55
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Timur

Antisipasi Dampak Kekeringan, Realisasi Luas Tanam Pangan di Kaltim Capai 80 Persen

Memei
Memei
Jumat, 28 Agustus 2026 · 12:492 menit baca
Antisipasi Dampak Kekeringan, Realisasi Luas Tanam Pangan di Kaltim Capai 80 Persen
DTPH Kaltim catat realisasi luas tanam pangan Agustus capai 80 persen dari target 2.400 hektare, siapkan bantuan pompa atasi 200 hektare sawah kekeringan berat. (Dok. Ist)

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Kalimantan Timur menggencarkan percepatan penanaman guna menjaga konsistensi Luas Tambah Tanam (LTT) di tengah ancaman kekeringan, Jumat, (28/8/2026).

Langkah tersebut berhasil mencatatkan capaian realisasi tanam periode Agustus hingga 80 persen dari total target seluas 2.400 hektare yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota. Data capaian target tanam pangan daerah dipaparkan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim, Fahmi Himawan.

“Hasil penanaman yang dilakukan hingga saat ini cukup menggembirakan. Dari target pemerintah pusat sekitar 2.400 hektare hingga Agustus, realisasinya sudah mencapai sekitar 80 persen,” kata Fahmi Himawan, Jumat, (28/8/2026).

Percepatan masa tanam pangan dinilai strategis untuk menjaga stabilitas produksi sebelum dampak defisit air meluas ke sentra-sentra pertanian. Urgensi penanaman komoditas sebelum kemarau ekstrem dijelaskan dalam keterangannya.

Dari Demplot ke Pendapatan: Jalan Nyata HKTI Kalbar Membangun Kedaulatan Pangan
Baca Juga

Dari Demplot ke Pendapatan: Jalan Nyata HKTI Kalbar Membangun Kedaulatan Pangan

“Selain menjaga luas tanam, langkah itu diharapkan dapat mempertahankan produksi pangan daerah,” kata Fahmi.

Meskipun pada Agustus belum tercatat adanya laporan sawah puso, penanganan dampak puso seluas 25 hektare yang terjadi pada Juli lalu di Kabupaten Paser telah dikoordinasikan bersama dinas setempat. Rencana tindak lanjut bantuan bagi petani terdampak diuraikan lebih lanjut dalam penjelasannya.

“Terkait lahan yang mengalami puso, informasi yang kami terima akan ada tindak lanjut dari Dinas Pertanian Kabupaten Paser berupa bantuan kepada petani yang terdampak,” katanya.

Berdasarkan hasil pemetaan lapangan, dari 2.400 hektare lahan potensial, terdapat sekitar 200 hektare yang masuk kategori kekeringan berat dengan risiko gagal panen berkisar 50 hingga 100 persen, sementara sisanya berada dalam kategori kekeringan ringan hingga sedang. Potensi kerentanan pada lahan terdampak kekeringan berat dipaparkan dalam keterangannya.

BNPB Rilis Data Bencana Terkini: Karhutla Landa Tiga Provinsi, Nduga Krisis Pangan
Baca Juga

BNPB Rilis Data Bencana Terkini: Karhutla Landa Tiga Provinsi, Nduga Krisis Pangan

“Lahan dengan kondisi kekeringan berat harus menjadi perhatian, karena berpotensi mengalami gagal panen sekitar 50 hingga 100 persen. Namun, kami berharap kondisi tersebut tidak terjadi,” jelasnya.

Guna menekan risiko kegagalan panen, pemerintah daerah menyiapkan dukungan sarana produksi berupa pompa air bagi wilayah yang masih memiliki sumber air baku. Skema fasilitasi peralatan pengairan petani disampaikan dalam keterangannya.

“Jika ketersediaan air masih ada tetapi petani mengalami keterbatasan alat, pemerintah dapat mengupayakan bantuan pompa,” imbuh Fahmi.

Dukungan subsidi bahan bakar minyak (BBM) serta pengerahan tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan UPTD Perlindungan Tanaman ke lapangan dipaparkan sebagai penutup keterangannya.

“Tim di lapangan akan terus melakukan pendataan dan melihat kebutuhan masing-masing lokasi, sehingga bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi petani,” pungkas Fahmi.

(Memei)