Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Utara

Buka Paras Fest 2026, Gubernur Kaltara Dorong Penguatan Budaya dan UMKM Nunukan

Roska Putra
Roska Putra
Sabtu, 3 Oktober 2026 · 22:222 menit baca
Buka Paras Fest 2026, Gubernur Kaltara Dorong Penguatan Budaya dan UMKM Nunukan
Gubernur Kaltara Zainal Paliwang buka Pekan Kebudayaan Daerah dan Paras Fest 2026 di Nunukan; dorong pelestarian budaya lokal dan penguatan pasar UMKM perbatasan. (Dok. Adpim Kaltara)

Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, resmi membuka perhelatan Pekan Kebudayaan Daerah dan Paras Fest 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan di Lapangan Terbuka Publik Paras Perbatasan.

Pembukaan agenda tahunan yang berlangsung pada Jumat (2/10/2026) tersebut ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol penguatan pelestarian adat istiadat sekaligus wadah ekspresi kreativitas masyarakat di wilayah tapal batas negara.

Apresiasi terhadap konsistensi penyelenggaraan panggung kesenian di perbatasan disampaikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Utara. Ucapan selamat dan penghargaan kepada jajaran pemerintah daerah diuraikan dalam sambutannya.

“Saya mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-27 untuk Kabupaten Nunukan. Saya juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan yang secara konsisten terus menghadirkan panggung kreativitas dan kebudayaan yang luar biasa ini bagi masyarakat,” ujar Zainal A. Paliwang, Jumat, (2/10/2026).

Moratorium Bukan Halangan, DPRD Kaltara Dorong Percepatan DOB di Perbatasan
Baca Juga

Moratorium Bukan Halangan, DPRD Kaltara Dorong Percepatan DOB di Perbatasan

Peringatan hari jadi dengan tema “Kreatif Berkarya, Nunukan Maju” dipandang sebagai momentum strategis untuk mengakselerasi pembangunan daerah serta memperkokoh ketahanan identitas nasional dari penetrasi kebudayaan luar. Kedudukan nilai tradisi di tengah arus keterbukaan informasi ditegaskan dalam pemaparannya.

“Kebudayaan bukanlah sekadar tontonan atau hiburan masa lampau. Kebudayaan adalah benteng pertahanan moral dan identitas bangsa kita. Di tengah derasnya arus globalisasi dan budaya asing yang melintasi batas negara, kita dituntut untuk terus menanamkan akar budaya lokal kepada generasi muda,” tegasnya.

Selain fungsi konservasi nilai leluhur, perputaran aktivitas festival dinilai berdampak langsung terhadap geliat ekonomi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perajin, serta penggiat industri kreatif lokal.

Dukungan permodalan dan pembinaan pemasaran produk rakyat pascafestival diutarakan dalam arahannya.

Efektif Per 1 Oktober Penonaktifan BPJS Dilakukan Pemprov, Pemkot Tarakan Ambil Alih 6.071 Warga
Baca Juga

Efektif Per 1 Oktober Penonaktifan BPJS Dilakukan Pemprov, Pemkot Tarakan Ambil Alih 6.071 Warga

“Oleh karena itu, saya berharap kreativitas ini tidak berhenti saat festival usai. Terus lakukan pendampingan, buka akses permodalan yang lebih luas, dan bantu perluasan pasar bagi produk-produk UMKM kita,” ungkapnya.

Sinergi pembangunan antartingkat pemerintahan diserukan guna memastikan pertumbuhan ekonomi perbatasan berjalan berkesinambungan. Komitmen kemitraan daerah ditegaskan sebagai penutup pernyataannya.

“Pemerintah Provinsi Kaltara akan terus hadir dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk mewujudkan Benuanta yang maju, makmur, dan berkelanjutan,” tutupnya.

(Roska)