Sel, 21/07/26 · 14.51.55
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Bahlil Sebut Harga BBM Non Subsidi Akan Turun, Pemerintah Minta Pertamina dan Pengusaha Evaluasi Harga

Hendrawan
Hendrawan
Selasa, 21 Juli 2026 · 16:102 menit baca
Bahlil Sebut Harga BBM Non Subsidi Akan Turun, Pemerintah Minta Pertamina dan Pengusaha Evaluasi Harga
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengkaji penurunan harga BBM nonsubsidi akibat pelemahan minyak dunia, serta menjamin tarif BBM subsidi tidak naik. (Dok. Ist)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan adanya peluang penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi menyusul tren pelemahan harga minyak mentah dunia. Kepastian ini disampaikan Bahlil usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026), sembari memberikan jaminan penuh bahwa tarif BBM bersubsidi tidak akan dinaikkan.

Merespons dinamika pasar global, pemerintah kini tengah mengambil langkah cepat untuk memformulasikan kebijakan tarif baru. Bahlil menyatakan akan segera memanggil PT Pertamina (Persero) beserta sejumlah badan usaha swasta penyedia BBM guna menghitung ulang nilai keekonomian harga ditingkat konsumen.

“Ada potensi untuk beberapa jenis BBM yang ketika harga dunia turun, kita sudah mulai meminta kepada pengusaha badan usaha swasta, termasuk Pertamina, untuk segera melakukan penyesuaian,” tegas Bahlil kepada wartawan.

DPR Ingatkan Pemerintah Antisipasi Dampak Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi terhadap Inflasi
Baca Juga

DPR Ingatkan Pemerintah Antisipasi Dampak Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi terhadap Inflasi

Meski peluang revisi harga ke bawah terbuka lebar, Bahlil memberikan catatan terkait tingginya volatilitas harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP). Menurutnya, pergerakan harga global sangat fluktuatif dan bisa berubah tajam hanya dalam hitungan hari.

Oleh karena itu, pemerintah dan badan usaha harus mencari titik keseimbangan agar penyesuaian tarif nantinya menguntungkan masyarakat khususnya 20 persen pengguna BBM nonsubsidi namun tetap menjaga iklim bisnis di sektor hilir migas.

“Jadi dalam kondisi seperti ini kita mencari formulasi yang bijak. Tidak memberatkan rakyat pengguna, khususnya yang non-subsidi yang merupakan saudara-saudara kita yang mampu. Tapi juga kita tidak memberatkan pelaku usaha di sektor perminyakan,” jelasnya.

Selain membahas penyesuaian tarif, Bahlil turut melaporkan progres pengadaan minyak mentah (crude) impor kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia mengonfirmasi bahwa kesepakatan pengadaan dengan berbagai negara mitra berjalan lancar, sehingga kapasitas dan cadangan BBM nasional dipastikan aman untuk beberapa bulan ke depan.

Beban IKN Jebolkan Kuota BBM di Penajam Paser Utara, DPRD Desak Tambah Pasokan dan Bentuk Satgas
Baca Juga

Beban IKN Jebolkan Kuota BBM di Penajam Paser Utara, DPRD Desak Tambah Pasokan dan Bentuk Satgas

“Saya melaporkan tentang kerja sama kita dengan beberapa negara terkait dengan crude BBM. Alhamdulillah kita clear, insyaallah sampai dengan akhir tahun tidak ada masalah,” ujar Bahlil.

Menutup keterangannya, mantan Kepala BKPM ini menepis spekulasi terkait dampak fluktuasi minyak dunia terhadap masyarakat kelas bawah. Ia menggaransi bahwa kelompok rentan tidak akan terdampak, sebab harga BBM penugasan dan subsidi dikunci rapat oleh pemerintah.

“Sudah barang tentu kita juga memastikan bahwa terhadap BBM subsidi, insyaallah tidak ada kenaikan sama sekali,” pungkas Bahlil.

(Hendrawan)