Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nasional

Bencana Karhutla Mendominasi, BNPB Perkuat Operasi Penanganan di Enam Provinsi Prioritas

Roska Putra
Roska Putra
Sabtu, 5 September 2026 · 21:332 menit baca
Bencana Karhutla Mendominasi, BNPB Perkuat Operasi Penanganan di Enam Provinsi Prioritas
Petugas BPBD dan pemadam kebakaran berupaya memadamkan kobaran api karhutla di pinggir jalan Kecamatan Muntok, Bangka Barat. (Dok. BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi kejadian bencana di sejumlah wilayah Indonesia, sehingga perkuatan penanganan terus difokuskan pada enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat, Sabtu (5/9/2026).

Di Provinsi Riau, akumulasi luas lahan terbakar sejak 1 Januari hingga 4 September 2026 telah mencapai 18.882,16 hektare yang tersebar di 10 kabupaten dan dua kota.

BNPB mengerahkan dukungan udara berupa satu helikopter patroli, satu pesawat patroli sekaligus Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta lima helikopter water bombing untuk mendukung operasi pemadaman darat, khususnya pada kawasan bergambut di Kabupaten Pelalawan dan Bengkalis.

Kondisi kritis juga terjadi di Sumatera Selatan dengan luas lahan terbakar mencapai 1.926,23 hektare.

Hotspot Turun Signifikan, Gubernur Ria Norsan Apresiasi Sinergi Lintas Sektor Penanganan Karhutla Kalbar
Baca Juga

Hotspot Turun Signifikan, Gubernur Ria Norsan Apresiasi Sinergi Lintas Sektor Penanganan Karhutla Kalbar

Pemantauan satelit mendeteksi 92 titik panas bertingkat kepercayaan tinggi dan 1.424 titik bertingkat sedang. Situasi ini memicu penurunan kualitas udara hingga kategori sangat tidak sehat dengan jarak pandang di bawah tujuh kilometer, terutama pada wilayah prioritas seperti Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin.

Sementara itu, Provinsi Jambi mencatatkan 266 titik panas berdasarkan pantauan satelit BMKG dan masih menetapkan status Siaga Darurat.

Di Pulau Kalimantan, Provinsi Kalimantan Barat menerapkan status Tanggap Darurat hingga 6 September 2026, sedangkan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan memperketat kesiapsiagaan melalui penetapan status Siaga Darurat hingga akhir Oktober 2026.

Selain penanganan pada wilayah prioritas, BNPB juga mengodekan sejumlah kejadian karhutla baru di beberapa daerah.

Dentuman Menggema dari Anak Krakatau, Status Naik Siaga Level III
Baca Juga

Dentuman Menggema dari Anak Krakatau, Status Naik Siaga Level III

Kebakaran lahan dilaporkan terjadi di Kabupaten Belitung Timur seluas 17,81 hektare dan Kabupaten Bangka Barat seluas 8,5 hektare di Kepulauan Bangka Belitung, yang kini telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.

Kejadian karhutla baru lainnya melanda Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara seluas sembilan hektare, serta Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur seluas empat hektare di area RPH Bungkal, yang seluruhnya telah berhasil ditangani.

Adapun karhutla di kawasan Hutan Gunung Kendeng, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, dilaporkan masih belum sepenuhnya padam dengan luas terdampak mencapai 13 hektare akibat kendala akses medan yang berat.

BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus mengoptimalkan penanganan terpadu melalui pemadaman darat, patroli udara, water bombing, hingga penyemaian awan melalui OMC. BNPB turut mengimbau pemda dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan kemunculan titik api.

(Roska)