Sel, 21/07/26 · 14.51.43
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

KPK Resmi Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka Suap Proyek Pembangunan

Hendrawan
Hendrawan
Selasa, 21 Juli 2026 · 16:212 menit baca
KPK Resmi Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka Suap Proyek Pembangunan
KPK menaikkan status OTT Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini ke tahap penyidikan dan menetapkan tersangka kasus suap proyek serta gratifikasi. (Dok. Lambe Saham/via X)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menaikkan status hukum Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, ke tahap penyidikan sekaligus menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka, Selasa (21/7/2026). Langkah ini diputuskan melalui gelar perkara (ekspose) pada Senin (20/7/2026) malam, usai penyidik mengantongi bukti awal dugaan benturan kepentingan pengadaan, suap proyek, dan penerimaan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

Eskalasi status perkara ini mengkonfirmasi adanya dugaan praktik korupsi terstruktur yang melibatkan tidak hanya kepala daerah, tetapi juga jajaran teknis dan pengelola BUMD setempat.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi bahwa hingga Selasa pagi, sebanyak delapan orang tengah menjalani pemeriksaan marathon di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka terdiri dari tujuh orang yang diboyong langsung dari Lombok termasuk Bupati Ahmad Zaini, Dirut PT Air Minum Giri Menang, dan Kepala Dinas PUPRPKP Lombok Barat serta satu pihak swasta yang dicokok terpisah di Jakarta.

“Malam tadi sudah dilakukan ekspose dan diputuskan bahwa perkara ini naik ke tahap penyidikan. Secara lengkap, bagaimana konstruksi perkara, kronologi peristiwa tertangkap tangan, barang bukti, serta pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, kami akan sampaikan dalam konferensi pers,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Tiba di Gedung KPK Usai OTT, Bupati Lombok Barat Bungkam Soal Dugaan Suap Proyek
Baca Juga

Tiba di Gedung KPK Usai OTT, Bupati Lombok Barat Bungkam Soal Dugaan Suap Proyek

Rangkaian operasi senyap yang digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut mulanya mengamankan total 19 orang. Dari hasil penyaringan awal, tim penindak KPK membawa rombongan inti ke Jakarta bersama barang bukti berupa uang tunai bernilai ratusan juta rupiah dan berkas dokumen proyek.

“Sampai dengan saat ini, uang yang diamankan senilai ratusan juta dan juga beberapa dokumen terkait,” jelas Budi.

Budi menegaskan, konstruksi perkara ini berpusat pada dugaan penerimaan fee atau suap oleh Bupati Ahmad Zaini yang berkaitan dengan alokasi proyek-proyek pembangunan di Pemkab Lombok Barat.

“Perkara ini diduga berkenaan dengan penerimaan yang dilakukan oleh Bupati terkait dengan proyek-proyek yang ada di lingkungan Kabupaten Lombok Barat,” ungkapnya.

May Day 2026: FSPM Independen Soroti Krisis Struktural dan ‘Penjajahan’ di Ruang Kerja Media
Baca Juga

May Day 2026: FSPM Independen Soroti Krisis Struktural dan ‘Penjajahan’ di Ruang Kerja Media

Berdasarkan pantauan di lokasi, Bupati Lalu Ahmad Zaini tiba di Gedung KPK pada Senin malam pukul 21.59 WIB dengan pengawalan ketat petugas. Mengenakan kemeja biru, jaket, topi, serta masker putih, Ahmad Zaini memilih bungkam dan langsung digiring menuju ruang pemeriksaan tanpa memberi respons atas pertanyaan wartawan.

(Hendrawan)